Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Orizuka

TerOrizuka di 2014

Di salah satu stasiun TV swasta sedang ditayangkan drama Korea berjudul Jang Ok Jung. Saya menontonnya? Ya. Terkadang, walau tidak terlalu memprioritaskan karena saya sudah menonton sebelumnya via dvd.  Bagi yang pernah mengikuti drama Korea Dong Yi dan ngefans dengan karakter Dong Yi, mungkin bisa sebel kalau menonton Jang Ok Jung. Karena Selir Jang yang jahat di Dong Yi justru jadi tokoh utama di Jang Ok Jung, sesuai judulnya. Saya sih enggak mau ambil pusing, mana drakor yang lebih mendekati kenyataan. Karena keduanya ceritanya bagus dan pada akhirnya mau dibikin tokoh utama atau tokoh antagonis yang namanya sejarah enggak bisa berubah ya. Teteup Jang Ok Jung akhirnya dihukum bunuh diri dengan minum racun.

Satu Lagi dari Orizuka : 17 Years of Love Song

Kalau diibaratkan dalam dunia masak memasak, Orizuka adalah salah satu koki favorit saya. Di manaaa… segala yang dia masak saya suka. Ada beberapa yang suka pakai banget. Orizuka itu memenuhi selera saya akan sebuah karya. Muehehe… Ini buku lama Orizuka yang saya beli second . Hihihi… Senaaaang banget waktu ada yang jual buku ini. Jadi ceritanya kemarin itu di FB saya lihat ada yang jual serial Oppa And I komplit, saya sms dia dan bilang minat mau beli. Trus dia tawarin lagi deh novel Orizuka yang lain. Langsung cusss ke goodreads mendata karya Orizuka yang belum saya punya dan akhirnya dapatlah novel ini. Yay! Ini cerita tentang Leo, yang karena perceraian orangtuanya dia harus pindah ke kampung halaman ibunya di Purwakarta. Leo ogah banget pindah, tapi dia tidak punya pilihan lain. Sebagai anak laki-laki satu-satunya, dia nggak mungkin ninggalin ibunya. Jadi deh dia ikut pindah, rela meninggalkan kehidupan di Jakarta termasuk hobby-nya pada permainan baseball. Padahal ...

Me and My Prince Charming

Ini novel pertama yang ditelorkan Orizuka di tahun 2005 kemudian diterbitkan lagi di tahun 2014 ini. Sebagai novel pertama memang terasa sekali betapa biasanya tema yang diangkat di novel ini. Namun, bagaimana cerdiknya Orizuka mengemas cerita menjadi manis sebagai kekuatan dari karya-karyanya sudah terasa di novel ini. Cherry Danisa adalah seorang siswi SMU yang biasa saja. Tidak cantik, tidak punya tubuh yang ideal dan segala kejelekan yang dirasakannya tidak bisa menarik perhatian para lelaki. Tapi Cherry punya bakat dan kepintaran. Hanya itu yang dia punya. Maka saat Cherry justru berpacaran dengan the most wanted male di sekolahnya tentu saja itu mengundang keheranan orang lain. 

Our Story - Orizuka

Buku ini sudah selesai saya baca sejak awal Juni kemarin. Dan tak ragu untuk menyematkan 5 bintang di Goodreads. Tapi kebingungan buat menulis reviewnya, khawatir saya tidak bisa menggambarkan dengan baik novel sebagus ini.  Sewaktu membaca novel ini saya bertanya pada suami, adakah dia pernah tahu tentang sekolah yang dianggap sekolah buangan di kotanya? Yang terkenal justru karena ketidakberesan sekolah itu? Di mana mereka yang masuk ke sana adalah murid-murid yang tidak diterima oleh sekolah lain. Sekolah semacam itulah yang dijadikan Orizuka setting cerita. Sekolah yang dikenal masyarakat bahwa murid di sana nggak ada yang beres. Bahkan satu murid baik-baik ketika naik taksi, 'ditawar' oleh sang sopir begitu tahu murid itu bersekolah di sana. Ditawar dalam artian diajak tidur semalam. Beuh... Bahasa dewasa nih.

Call me Miss J - Orizuka

Sejak diperkenalkan dan dikompori Mbak Dhani tentang karya Orizuka, saya langsung kesengsem sama penulis yang satu itu. Sama karyanya maksudnya. Tanpa membaca karyanya terlebih dulu, saya sudah membeli 3 bukunya. Dan syukurlah ternyata saya suka sama goresan tangan Orizuka itu. Setelah 3 buku itu saya terus memburu karya Orizuka yang lain. Yang teranyar saya selesaikan baca judulnya adalah Call me Miss J. Novel ini pernah terbit tahun 2006 silam, kemudian diterbitkan lagi oleh teen@noura (lini remaja NouraBooks) di tahun 2013. Seperti karya teenlit Orizuka yang lain, Call me Miss J juga mengangkat kisah dan permasalahan para remaja. Yang saya suka selalu ada nilai yang bisa diambil dari karyanya Orizuka ini. Enggak hanya bertutur tentang cinta-cintaan saja. Lea adalah siswi yang terkenal di sekolahnya, tapi keterkenalannya bukan karena prestasi atau fisik yang lumayan. Terkenal justru karena wajahnya yang penuh jerawat dan sikapnya yang rada urakan. Kembali Orizuka mengangkat t...

That Summer Breeze

Perlu 3 orang buat menemukan buku ini di Gramedia. Saya, suami dan satu karyawan Gramedia Balikpapan. Saya ngebet pengin beli buku ini karena 2 alasan. Alasan pertama, Ini adalah karya Orizuka. Saya memang lagi penasaran dengan karya penulis yang satu ini. Dan hanya bermodal katanya-katanya tanpa pernah membaca satu pun karyanya, saya langsung membeli 3 buku Orizuka. Sebuah pertaruhan besar yang tidak pernah saya lakukan terhadap penulis lain.  Alasan kedua karena harganya lumayan miring. 39 ribu sekian ditambah diskon 20% pulak. Makanya saya berputar-putar, berjongkok, berdiri di deretan novel demi mendapatkan buku ini. Memanggil karyawan Gramedia juga buat membantu saya karena sewaktu dicek di komputer masih ada stok 9 buku. Setelah 3 orang itu nyaris menyerah, Mas-mas karyawan Gramedia itu akhirnya menarik temannya buat membantu mencari apa yang saya mau. Yang ternyata langsung dijawab temannya, buku ini ada di rak depan dekat kasir. Gubrak! Coba nanya karyawan satu itu...

Resensi Meet The Sennas di Koran Jakarta

Ini naskah asli yang saya kirimkan ke harian Koran Jakarta dan Alhamdulillah kemarin dimuat di sana.  Usaha Anak SMA Menaklukkan Matematika dalam Ujian Nasional Metematika memang sering menjadi momok yang menakutkan buat para pelajar. Padahal, matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diujikan di Ujian Nasional. Hal itu juga lah yang dialami oleh Daza Senna. Putri tunggal dari anak sulung keluarga Senna yang kaya raya. Dia mendapat nilai tiga dalam tiga ulangan matematika. Daza yang duduk di kelas XII dan sebentar lagi harus menjalani Ujian Nasional menyembunyikan kertas ulangan tersebut, sayangnya kertas ulangan itu justru ditemukan adiknya dan melaporkannya kepada ayahnya.             Daza diharuskan ayahnya mengikuti les matematika setiap hari agar bisa mendongkrak nilainya menjadi lebih baik. Seorang cowok cakep yang bernama Logan yang kemudian menjadi guru les privat Daza. Daza pun bersorak senang m...

After School Club yang Dodol Abis

Salah satu yang menjadi ciri khas Orizuka kalau saya perhatikan dari membaca 5 karyanya adalah sosok pangeran dalam tokoh cowoknya. Yang biasanya digambarkan dengan tampan-tampan, sebagian ada yang kaya, sebagian ada yang cerdas. Sementara tokoh ceweknya cendrung adalah cewek yang biasa-biasa saja. Tidak cantik, tidak kaya, dan juga tidak terlalu pintar. Kalaupun cantik selalu ada tapinya. Seperti Cessa di I for U yang bak tuan puteri tapi digambarkan polosss banget dan agak tulalit. Seperti dalam After School Club, bercerita tentang Putra yang bak pangeran, kaya dan tampan. Sementara Cleo digambarkan sebagai cewek yang dodol abis, tidak ada keterangan juga kalau Cleo itu cantik. Putra harus masuk ke kelas After School karena dia mendapatkan angka merah di 3 ulangan berturut-turut. Kelas After School sesuai namanya adalah kelas yang ada setelah sekolah berakhir dan diperuntukkan buat mereka yang punya nilai rendah untuk mengikuti kelas itu.

I For You (Cinta yang Selalu Menjagaku)

Waktu nonton The Heirs saya sempat ngebatin, e ya ampyuun, itu anak SMA segitu-gitunya punya masalah. Memperjuangkan cinta udah rada gimana gitu. Kayak antara hidup dan mati. Padahal masih anak SMA gitu, loh. Tapi tetap sih ceritanya menarik untuk diikuti. Nah, seperti itulah perasaan saya ketika membaca I For You-nya Orizuka. Konflik anak SMA yang rumit tapi tetap mengasyikkan untuk diikuti. Sebelum membaca I For You saya membaca 3 buku yang ketiganya susah sekali buat saya selesaikan untuk membacanya sampai tuntas, sampai sekarang jg belum tuntas. Saya pikir semangat saya buat baca buku lagi turun drastis. Tapi, kok saya bisa betah menyelesaikan karya Orizuka ini sampai tuntas tak bersisa hanya dalam 1 malam? Kesimpulan mudahnya sih karena karya Orizuka ini memenuhi selera saya banget  :-)