Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Buku Anak

Konnichiwa, Jepang!

                 Salah satu cara mengenal daerah atau negara lain adalah lewat cerita. Cerita dari mana saja, mendengar sendiri dari pengalaman orang lain, dari tulisan-tulisan di medsos atau dari cerita fiksi yang ada di buku. Salah satu buku yang menceritakan tentang Jepang adalah sebuah novel anak berjudul Konnichiwa, Jepang!             Cerita berawal dari Aimi yang sangat sedih karena baru pulang dari Rumah Sakit tempat ia dirawat selama dua minggu. Loh? Pulang ke rumah kok sedih? Itu karena kecelakaan yang membuat ia harus dirawat membuyarkan impiannya. Impian untuk menjadi penyanyi idola. Kecelakaan itu membuat Aimi tidak bisa ikut audisi penyanyi idola. Aimi bertambah sedih dan kesal saat mendapatkan telpon dari Erica yang mengabarkan kalau Erica terpilih menjadi di audisi tersebut. Aimi pun jadi membenci Mamanya yang menyebabkan kecelakaan itu terjadi.

Saat Ingin Menjadi Penulis

Hello, sejauh mana usahamu untuk meraih mimpi?             Kira-kira begitulah terjemahan dari potongan lirik lagu Hello to myself yang menjadi salah satu OST Dream High 2. Mendadak saya teringat lagi sama lagu tersebut ketika membaca buku Dream Catcher .             Chloe tokoh dalam novel tersebut punya ambisi menjadi penulis sejak TK. Ia pun mendirikan Authors of The Future bersama teman-temannya. Chloe dan teman-temannya mengadakan diskusi pada saat pelajaran berlangsung dengan cara saling mengoper buku. Diskusi dia dan teman-teman saat itu tentang pertunjukan drama.

Andai...

Semenjak ingin menekuni dunia menulis cerita anak, aku jadi suka mengoleksi buku-buku cerita anak. Niatnya sih buat belajar gitu. Tapi emang kerasa bedanya. Membaca cerita-cerita anak sekarang, aku jauh lebih menikmati dibanding dulu. Nah, dilematisnya adalah… cerita-cerita anak yang dibukukan dalam pictbook itu harganya mahal-mahal. Padahaaaaal ceritanya bagus-bagus. Dimaklumi sih ya karena ilustrasinya juga penuh warna dan cakep-cekep. Tapi buatku yang lebih menikmati tulisan ketimbang gambar jadi merasa harus berhitung-hitung kalau beli pict book . Belinya mahal, bacanya bentar banget.

Inspirasi dari Kisah Para Becak

             Buku anak termasuk genre buku yang masih sangat diminati pasar. Banyak orang tua yang tak segan mengeluarkan rupiah untuk membelikan anak-anaknya buku bagus. Dengan harapan anak bertambah wawasan dan kecerdasannya. Mengemas buku anak menjadi sesuatu yang bisa menghibur sekaligus memberikan pelajaran adalah hal yang harus disinergikan antara penulis dan penerbit.             Salah satu buku anak yang hadir meramaikan dunia literasi tanah air adalah Lesus dan Kisah Becak-becak yang ditulis oleh Shabrina WS. Penulis satu ini ternyata tidak hanya piawai menulis cerita dengan segmen remaja dan dewasa, tapi juga pandai menulis cerita anak. Lesus adalah nama sebuah becak, sebuah angkutan darat yang menjadi langka atau bahkan menghilang di beberapa kota besar.

Mengajarkan Empati kepada Anak-anak Lewat Cerita

Waktu awal ingin belajar menulis cerita anak, saya pernah direkomendasikan untuk membaca Dongeng 7 Menit karya Clara Ng. Katanya buku itu bagus buat belajar menulis cerita anak. Jangan tawarkan hal seperti itu kepada saya, karena bahaya. Saya jelas akan tertarik. Muehehe.... Seingat saya harga yang ditawarkan untuk buku itu lumayan mahal. Saya sudah memesannya di salah satu teman yang jualan. Tapiiii.... Ternyata stoknya kosong dan sampai saat ini saya belum mendapatkannya.  Beberapa hari yang lalu saat Mbak Eni Martini memajang buku yang beliau jual, dan itu karya Clara Ng saya jadi tertarik untuk memilikinya. Apalagi saat membaca sinopsisnya yang salah satu ceritanya adalah tentang perceraian orang tua. Saya sungguh tertarik. Dari dulu saya selalu ingin mengemas cerita tentang perceraian itu dalam sebuah cerita anak. Entah kenapa keinginan itu ada, mungkin juga disebabkan karena saya pernah beberapa kali melihat begitu terlukanya seorang anak saat orangtua mereka bercera...

Milia dan Kado Ulang Tahun

Seperti yang saya sebutkan di postingan sebelumnya, saya suka buku anak dengan beberapa alasan, jadi kali ini kembali baca buku anak lagi. Mepet deadline gini supaya terpenuhi target membaca kan emang enaknya baca buku anak. Tipis-tipis dan enggak berat mikirnya. Ahaha.... Jadi kali ini saya baca buku anak yang beda dari biasanya. Beda karena ditulis oleh anak-anak. Saya kan biasanya baca buku anak yang ditulis oleh orang dewasa, jadi penasaran juga bagaimana kalau cerita anak ditulis oleh anak-anak. Dan saya juga kepo... Sebenarnya anak-anak lebih suka buku anak yang ditulis oleh teman-teman seusianya atau orang dewasa ya? Tergantung selera kali ya. Kalau adek sepupu saya dulu lebih suka KKPK. Dia punya buku anak yang ditulis oleh orang dewasa berdasarkan rekomendasi saya aja. Selain itu ya dia beli KKPK. Itu juga yang saya rekomendasikan kelihatannya dia enggak terlalu doyan. 

Mengintip Cerita Hidup Anak Korea

                Setelah belum berhasil mendapatkan novel anaknya Uni Dian Iskandar yang berjudul Gomawoyo, Chef! Akhirnya saya mendapatkan novel bertajuk k-novel ini. Tau dong K itu merujuk kepada apa? Yup. Korea. Karena latar tempat novel ini plus tokoh-tokohnya adalah Korea. Jika dulu saya pernah mendengar kalau untuk mengikat pembaca Indonesia dengan setting luar maka libatkanlah unsur Indonesia di dalamnya meski sedikit saja. Namun, hal itu tidak saya temui di novel ini karena itulah mungkin novel ini bertajuk K-novel.                 Judul novel anak ini adalah Bintang Jindo . Bercerita tentang Choi Hyo Ra dan kedua temannya Youra dan Eun He. Choi Hyo Ra digambarkan sebagai seorang gadis kecil yang baik hati, tidak sombong dan rajin menabung. Eh, beneran rajin menabung, lho. Hyo Ra punya tabungan berbentuk babi yang dia sebut Piggy Bank.  Dia hanya punya...

Dokter Gigi? Hiii... Takut, eh, Siapa Takut

                Ada beberapa hal kenapa saya suka baca buku anak walaupun bukan anak-anak lagi. Alasan pertama , ceritanya simple. Jadi enggak perlu kening berkerut-kerut  buat membacanya. Asyik buat refreshing. Kedua , biasanya cerita anak mengandung nilai. Nilai dalam artian pesan kebaikan maupun informasi yang ada di dalamnya. Ini bukan saja oke buat anak-anak, tapi juga orang dewasa remaja seperti saya. Dan alasan ketiga … Saya pengin belajar menulis cerita anak lewat buku yang saya baca. Proses membaca juga bagian dari belajar menulis kan?                 Ini satu buku anak yang baru saya baca. Heuheu… Belinya sih udah lama, tapi bacanya baru sekarang *sungkem sama mbak Febi* Judul buku ini adalah Trio Milki Way, bercerita tentang persahabatan antara Mila, Riki, dan Daway. Mereka kemudian menamakan diri mereka Trio Milky Way. Milky Way berasal dari ...

Kakakku Tersayang - Nurhayati Pujiastuti

  Saya punya kakak. Beda usia saya dengan kakak kedua saya itu hanya 20 bulan. Yup, kami sepantaran. Kakak saya laki-laki. Bertengkar adalah hal yang sangat sering terjadi antara saya dan kakak. Bahkan hingga sekarang. Hahaha....   Pikiran saya langsung melayang pada kakak saya saat membaca sebuah novel anak berjudul Kakakku Tersayang. Hubungan kakak adik antara Dara dan Kak Farhan membuat saya teringat hubungan saya dengan kakak saya. Ada kehangatan yang saya rasakan menjalar dalam hati ketika membacanya. Kehangatan kasih sayang antara kakak-adik.   Dalam kisah di buku Kakakku Tersayang karya mbak Nurhayati Pujiastuti diceritakan tentang kak Farhan yang nakal. Kak Farhan yang suka mengancam Dara kalau mengadu kenakalannya pada Umi. Kak Farhan juga pernah mencuri mangga, mencuri pohon mawar dan mengganggu teman-temannya. Tapi, Kak Farhan juga baik. Kak Farhan membantu Oding berjualan layang-layang.

Ketika Anak Kecil Jadi Pengusaha

   Dalam membaca buku anak, saya lebih suka membaca buku anak yang ditulis orang dewasa. Walaupun ketika membacanya, kadang tercetus dalam benak saya, kalau si anak yang menjadi tokoh itu kadang terlalu dewasa melebihi usianya. Tapi, toh namanya anak-anak zaman sekarang ya, Bok. Saya aja sering takjub dengan celutukan adek sepupu saya yang berusia 5 tahun. Kadang celutukannya udah kayak orang gede aja.    Saat membaca Reisha Si Pengusaha Cilik saya juga beberapa kali merasa, ih, ini omongan Reisha kok nggak seperti anak kelas 1 SD. Tapi, ternyata keheranan itu tidak hanya terjadi pada saya. Mamanya Reisha aja suka takjub dengan kata-kata yang keluar dari mulut Reisha. Semisal nih waktu Reisha berkata : “Aku punya rival dagang, Ma.” Mama pun dengan ketakjubannya berujar dalam hati. Rival? Di mana pula bocah kecil itu mendengar kata tersebut? (Hal 50)    Ada penjelasan di narasi juga yang menurut saya sedikit terlalu dewasa untuk ukuran buku anak. Seperti ketika menjela...

Ketika Seorang Anak Punya Ibu Tiri dan Ibu Kandung

"Ibu tiri hanya cinta kepada ayahku saja..." Itu lirik lagu kan ya? Lirik lagu yang sudah familiar di telinga kita. Sehingga anggapan tentang ibu tiri itu selalu jahat juga seperti sesuatu yang mutlak. Belum lagi banyak cerita-cerita rakyat yang berkisah tentang kejamnya ibu tiri. Sebut saja Bawang Merah Bawang Putih, atau kalau dari daratan eropa ada yang namanya Cinderella. Kisah-kisah tersebut juga mampir di telinga anak-anak zaman sekarang. Sama saja lah dengan anak-anak zaman saya dulu yang beranggapan ibu tiri itu kejam binti jahat. Maka sebuah novel anak yang berjudul Aku Sayang Bunda, mendobrak pemikiran-pemikiran tersebut. Terlebih dengan sasarannya yang ditujukan untuk anak-anak.