Pages

Minggu, 05 Juli 2015

Untuk Gagas yang Terus Bergegas

Barusan saya kebangun, dengan nyawa yang masih belum terkumpul sempurna saya melirik jam di ponsel. Wah, sudah jam 2 pagi, pikir saya. Saya pun bangun dan bergegas melakukan beberapa hal di dapur. Eh waktu nengok jam lagi.. Loh loh.. Kok masih pukul satu? Saya cek lagi jam yang lain. Sama. Belum pukul satu. Berarti tadi saya salah lihat waktu. Ya udah daripada bengong nungguin sahur, yuk kita ikutan menjawab pertanyaan dari GagasMedia untuk Terus Bergegas.


Pertanyaan pertama, Apa saja 12 judul buku yang paling berkesan setelah saya membacanya? Hemmm... Ini susah-susah gampang menjawabnya. Karena begitu banyak buku yang saya suka. Boleh nyebut 30? Hehehe... Diminta 12, baiklah ini jawabannya.

1.       Tomodachi karya Winna Efendi.
Ini fresh from the oven banget. Maksudnya ini baru aja selesai saya baca. Reviewnya pun belum jadi. Saya suka buku ini karena di dalamnya ada tentang olahraga Lari. Wah, entah kenapa saya suka sama olahraga lari. Hal itu pernah saya tuangkan sekilas di cerpen yang saya tulis dan kemudian dimuat di Kompas Anak.

Selain tentang lari, saya juga suka tema persahabatan dan cinta di dalamnya. Di antara karya Winna Efendi, ini yang paling favorit buat saya.

2.       Memori Windry Ramadhina. 
Sebelumnya saya tidak pernah membaca karya Windry Ramadhina. Dan begitu saya membaca Memori saya langsung terpesona dan mencari karya-karya Windry yang lain. Hal ini pernah saya ungkapkan di review di Goodreads. Saya suka kehangatan hubungan Mahoni dan adiknya di buku ini.
Review saya di GR buat Memori


3.       Bulan Nararya karya Sinta Yudisia
Tentang dunia psikologi, tentang pasien Skizofrenia. Saya belajar banyak lewat novel ini. Informasi dan gagasan tentang pasien skizofrenia yang dituturkan penulisnya benar-benar membuka wawasan saya.

4.       Galaksi Kinanthi karya Tasaro GK 
Saya membacanya bertahun-tahun yang lalu. Dan ketika selesai, saya seperti menyelesaikan sebuah perjalanan yang sangat panjang. Saya suka dengan diksi romantis yang disajikan penulisnya di buku ini. Salah satu kalimat yang saya suka dari surat Kinanthi kepada Ajuz :
‘Lanjutkan hidupmu. Tetapi, aku tidak akan meminta izin jika sewaktu-waktu ingin menggambar wajahmu. Aku harap bukan dengan air mata. Aku bosan. Penyiksaan itu sudah menua. Ketika setiap ingatan tentang engkau mengubah keceriaan.’

5.       Walking After You karya Windry Ramadhina
Karya ter-gress dari Windry sebelum Orange terbit. Saya suka kisah di novel ini karena karakter Julian yang pendiam. Ah, saya selalu suka cowok pendiam. Hehehe.... Dan setting toko kue-nya juga dapat banget. Saya ingin sekali duduk di Afternon Tea dan menikmati soufflé yang sempurna tanpa cacat. Saya juga suka dengan tema yang diusung novel ini untuk berdamai dengan masa lalu.

6.       Ifor You karya Orizuka

Saya penggemar karya Orizuka dan I For You adalah salah satu favorit saya. Saya suka bagaimana Orizuka mengemas ceritanya. Dari awalnya biasa saja, pelan-pelan menjadikan konflik, para tokoh tenggelam dalam kerumitan konflik, kemudian Orizuka pelan-pelan mengurai segala kerumitan tersebut. Ending di novel jni juga sangat menyenangkan dan melegakan buat saya.

7.       Strawberry Shortcake karya Ifa Avianty 
Novel lawas dari mbak Ifa Avianty. Membacanya seperti membaca satu episode dalam kehidupan saya. Tidak sama persis memang, tapi sanggup membuat saya terkenang-kenang akan sesuatu. Strawberry Shortcake buat saya adalah sebuah novel, yang isinya seperti menikmati kue Strawberry yang kadang manis dengan segala keceriaannya. Kadang bisa asam seperti saat kita menertawai hidup itu sendiri. Bisa juga sedikit getir seperti saat Tuhan mengirimkan ujian-ujianNya. Kadang kalau kebanyakan garam ya asin juga.


Ini novel yang bikin saya mewek saat membacanya. Saya bahkan jatuh cinta pada kalimat pertama yang ditulis novel ini. Bayangkan saja, kalimat pertamanya saja sudah menjelaskan banyak hal dan membuat kita bertanya-tanya apa sih yang terjadi selanjutnya dan sebelumnya. Simak nih kalimat pertama di novel tersebut : 
‘Pada masa berkabung, hanya beberapa jam setelah Esther meninggal, Yanuar memahami bahwa akan ada saat dia harus memasak sendiri untuk Hafsha dan Feru.’

Resensi saya untuk buku ini juga berhasil dimuat di Koran Jakarta. Sttt... Kata suami, rata-rata tulisan resensi saya yang dimuat di Korjak adalah buku-buku yang saya suka. Mungkin karena saya nulisnya sepenuh hati dengan rasa bahagia, jadi berhasil menarik minat redaksi. Salah satunya Priceless Momen ini.

9.       Citra Rashmi karya Tasaro GK 
Ini juga novel yang bikin saya lama enggak move on ketika selesai membacanya. Saya menjadi terkenang-kenang akan cerita di dalamnya. Saya suka sekali bagaimana Tasaro mengemas cerita romance yang manis dalam sebuah kisah sejarah. Tokoh-tokoh yang terlibat perasaan dalam novel Citra Rashmi ini adalah mereka yang tidak bisa mengungkapkan secara lisan atau sentuhan. Tapi, pembaca tahu dan merasa bagaimana dalamnya perasaan mereka karena ada dialog-dialog dalam hati mereka. Dan sebagai pecinta romance, hal itu membuat saya termehek-mehek pada cerita romansanya. Resensi ini juga masuk Koran Jakarta. Ahahaha....


Ini cerita yang biasa sebenarnya tapi saya suka. Hahaha.... Wajah saya menghangat gitu saat membacanya. Merasa ikut jatuh cinta, ikut deg-degan, ikut merasa putus asa dan kemudian bersemi cinta. Memang begitulah novel yang mampu memikat saya, walau ceritanya biasa tapi kalau saya bisa lebur di dalamnya itu bisa dapat bintang 5 dari saya.

11.   Perahu Kertas karya Dewi Lestari
Di antara sederet karya Dee, ini favorit saya. Apa yang dialami Kugy dan Keenan untuk meraih impiannya sama seperti saya. Saat di novel itu disebutkan “Gy, jalan kita mungkin berputar, tetapi satu saat, entah kapan, kita pasti punya kesempatan jadi diri kita sendiri. Satu saat kamu akan jadi penulis dongeng yang hebat. Saya yakin”  duh itu serasa saya banget.

12.   Pukat karya Tere Liye
Buku ini saya suka karena pernah sangat menghibur saya saat saya sedang sedih banget. Pikiran saya kalut, saya tidak bisa memejamkan mata. Saya ambil buku ini dan saya tertawa membaca cerita di dalamnya. Ketika selesai membacanya saya puas sekali karena buku ini telah menemani saya melewati masa-masa sulit.

                Eh, udah 12 buku ya? Masih boleh nambah? Hihihi… Lanjut aja ke pertanyaan kedua ya. Buku apa yang pernah membuatmu menangis? Waktu saya baca pertanyaan ini dan suami saya dengar, ia langsung menjawab banyak. Hahaha... Iya, saya memang mudah menangis kalau ada yang sedih-sedih. Jadi lumayan banyak lah buku yang bikin saya nangis dari cuma luruh air mata satu-satu sampai nangis heboh. Salah satu yang paling saya ingat seperti yang saya sebutin di atas. Priceless Moment-nya Prisca Primasari. Saya sampai pasang status di facebook tentang buku ini.
Pernyataan kalau saya nangis heboh di status FB

                Kenapa sampai nangis? Saya benar-benar hanyut dalam cerita di dalamnya. Kepolosan dan kerinduan anak-anak Yanuar pada ibu mereka menggetarkan hati saya. Mereka di sana polos dan ketawa-ketawa, dan saya malah nangis kejar membacanya. Huhuhu…

                Pertanyaan ketiga, quote dari buku yang paling diingat dan menginspirasi? Banyaaaak. Saya termasuk orang yang suka menandai quote yang saya temukan di buku. Yang paling menginspirasi banyak sekali. Salah satunya di buku Tomodachi karya Winna Efendi : “Segala sesuatu itu tidak selalu seperti apa yang kau kira. Bahkan, apa yang ada di depan mata tidak seperti apa yang terlihat.”

                Qoute tersebut memberikan saya pelajaran bahwa jangan suka menghakimi orang lain hanya dari tampilan luarnya saja. Huhuhu… Jleb banget quote tersebut. Quote itu saya ketik di twitter dan diRT sama penulisnya :D
di Retweeted Winna Efendi

                Pertanyaan keempat, Siapa tokoh dalam buku yang ingin kamu pacari? Ahaha... Semoga tidak ada yang cemburu dengan jawaban saya ;-)

Jawaban saya adalah Julian dalam novel Walking After You karya Windry Ramadhina. Seperti yang saya bilang sebelumnya kalau cowok pendiam itu selalu menarik. Saya ingin ikut menggoda Ju seperti yang dilakukan An. Duh, wajahnya pasti akan bersemu merah ya ;-) Dan saya ingin menikmati kue-kue bikinan Julian. Saya kan doyan makan.

Alasan kenapa saya cocok dengan Julian? Karena karakter saya ceria dan suka makan juga. Cocok deh dengan Julian yang pendiam dan suka bikin kue. Hehehe…

Pertanyaan kelima, ending novel yang berkesan dan tak bisa saya lupakan ada di novel I For U karya Orizuka. Ending novel itu benar-benar melegakan saya. Saya menyelesaikan novel itu sesaat menjelang tidur, dan karena endingnya benar-benar melegakan saya bisa tidur dengan nyenyak. Yup, saya memang penyuka happy ending. Saya khawatir lho kalau novel itu berakhir tidak seperti yang saya inginkan. Jadinya endingnya berkesan banget.

Pertanyaan keenam, buku Gagas yang pertama kamu baca. Duh, ini saya lupa-lupa ingat deh. Kalau enggak salah Dongeng Semusim karya Sefryana Khairil. Telat banget ya baru baca buku Gagas tahun 2009? Itu karena saya baru kenal buku-buku Gagas saat sudah melek media sosial. Sekitar tahun 2009 dan saya jatuh cinta pada cover-cover Gagas yang manis-manis seperti Dongeng Semusim.

Kenapa saya membaca Dongeng Semusim? Itu karena saya dapatnya gratis. Hasil ikut kuis di FB penulisnya. Hehehe….

Pertanyaan ketujuh, dari sekian banyak buku yang saya punya, apa judul yang menarik? Banyaaaak. Salah satunya Walking After You karya Windry Ramadhina. Kenapa saya suka? Menurut saya judulnya itu cakep dan mewakili isinya.

Pertanyaan kedelapan, dari rak buku saya, cover buku apa yang saya suka. Jawabannya lagi-lagi Walking After You. Ahaha…. Saya suka pilihan warna covernya seperti warna kayu. Pilihan font-nya juga saya suka. Juga tulisan di cover ‘Kau tak perlu melupakan masa lalu. Kau hanya perlu menerimanya.’. Cover Happily Ever After karya Winna Efendi juga saya suka banget. Ada buku yang berbentuk rumah gitu. Duh, keren banget covernya.
2 cover buku ini saya suka

Pertanyaan kesembilan, tema cerita yang saya suka adalah cerita cinta. Ahaha… Tidak ada matinya deh ya cerita tentang cinta. Tapi saya suka kalau cerita romance itu dipadukan dengan cerita persahabatan, kegigihan meraih impian atau tentang alam. Seperti novel baru yang saya tunggu-tunggu dari Gagas katanya ada cerita tentang penyelematan lingkungan, novel baru dari Kak Riawani Elyta dan Kak Shabrina WS yang judulnya Rahasia Pelangi.

Pertanyaan kesepuluh, siapa penulis yang ingin saya temui? Orizuka. Ahahaa... Ini karena sejak tahun kemarin saya TerOrizuka. Jadi, saya pengin ketemu sama dia, pengin ngobrol cantik dan bertanya tentang banyak hal. Tentang menulis, tentang ide, tentang rencana-rencananya ke depan dan tentang karya-karyanya.

Pertanyaan kesebelas, pilih ebook atau buku cetak? Buku cetak. Karena enak dipegang dan saya suka dengan bau kertas dari buku baru. Suka saya cium-cium aromanya. Hehehe… Tapi saya tidak menolak kok dengan ebook, ada kalanya juga menyenangkan membaca ebook. Saat dalam perjalanan yang agak susah membuka buku cetak misalkan. Tapi kalau disuruh milih ya saya tetap milih buku cetak.

Terakhir, 12 kata untuk GagasMedia.
Penerbit yang terus berinovasi, menyuguhkan sesuatu yang manis dan romantis juga menarik.

                Oke, sudah selesai menjawab 12 pertanyaan dari GagasMedia.  Mulai mengetik saat sahur tadi dan diselesaikan saat siang hari. Semoga saya terpilih menjadi blogger yang mendapatkan kado dari Gagas. Selamat Ulang Tahun, Gagas. Terus Bergegas!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tulis Komentar Anda

LinkWithin