Pages

Rabu, 31 Desember 2014

Buku Impian 2015

Kemarin saya bergabung dengan grup Komunitas Penimbun Buku di facebook. Bergabung di sana membuat saya seperti menemukan teman senasib. Jadi, sering saya senyam senyum dan cengar cengir sendiri membaca curahan hati teman-teman di sana. Seperti, yang menyembunyikan buku di bawah meja kantor karena takut ketahuan beli buku lagi. Ahahaha....

Bergabung di sana juga perlahan mengurangi rasa bersalah saya karena suka menimbun buku. Ada satu thread yang membahas soal berapa jumlah timbunan buku di rumah masing-masing? Ada yang menyebut puluhan, kemudian ratusan dan ada juga yang ribuan. Bahkan kemudian keluar angka yang mencengangkan, ada 11000 timbunan buku. Wow... Saya ternganga dibuatnya. Betapa timbunan buku saya tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka.

Hari ini ada bahasan tentang wishlist 2015, buku apa saja yang diinginkan di tahun 2015. Saya katawa ketiwi baca kata pengantarnya, katanya kalau sebulan enggak beli buku rasanya gimanaaaa gitu. Walau belum dibaca tapi punya buku baru itu sesuatu yang melegakan hati. Duh, saya banget ituuuu.... 


Saya enggak komen di sana karena rata-rata banyak menyebut novel luar sebagai wishlist 2015. Sementara saya? Pecinta produk lokal sejati. Hahaha....

Beberapa buku yang saya inginkan di tahun 2015 adalah :

Flipped
agak menyesal juga melewatkan buku ini ketika saya melihat ada di lapak buku murah. Pas saya googling tentang Flipped katanya ini novel romance dengan genre remaja yang oke punya. Saya pengin! Tapi belum nemu :( Pengin nonton filmnya juga. Sudah ada di youtube tapi kuota internet sedang tidak memungkinkan menonton film. Hiks.

Dongeng 7 Menit - Clara Ng.
Seperti yang saya ceritakan di postingan sebelumnya tentang dongeng 7 menit ini. Ketika saya ingin mendalami menulis cerita anak, saya direkomendasikan buku ini. Saya ingin memilikinya. Semoga kesampaian di tahun 2015. Harganya cukup mahal. Tapi donatur setia saya sudah setuju mau membelikan saya buku ini. Hehehe...

Lanjutan Citra Rashmi - Tasaro GK
Dibanding karya Tasaro GK lain yang belum muncul lanjutannya, saya paling kepengin baca lanjutan Citra Rashmi. Semoga di tahun 2015 bisa keluar. 

Oya, saya sedang baca Senyum Dahlan karya Tasaro GK juga. Bersyukur karena itu buku ke 3 dari trilogi. Jadi, tidak perlu menunggu waktu yang lama buat lanjutannya karena memang tidak berlanjut. xixixi...

Buku-buku legendaris dan dongeng dunia...
Belum tau judulnya apa, tapi saya pengin memilikinya buat referensi menulis dongeng. Selama ini bacaan saya buat dongeng minim sekali. Jadi begitu disuruh nulis tentang dongeng, saya bingung tidak punya ide. Bacaan saya selama ini kebanyakan teenlit dan chiclit, tapi heran juga begitu disuruh nulis cerpen remaja dan dewasa saya malah kebingungan dan hasilnya sangat tidak maksimal. Menulis dan membaca itu beda :p

Jadi, saya mau banyak-banyak baca buku dongeng dan buku anak yang legendaris. Ada sih beberapa kali lihat di lapak buku online yang jual, tapi saya masih maju mundur cantik buat beli. Karena saya merasa buku itu bakal hanya jadi timbunan. Minat baca saya masih di seputar teenlit dan chiclit. Ihiks... Tapi 2015 saya mau beli beberapa buku. Mau nyoba juga baca Goosebumps koleksi suami. Tapi Goosebump horor ya? Saya takuut. Hahaha....

Itu aja dulu sih... Yang lain sebenarnya masih banyak yang pengin dibeli. Seperti novel barunya Mbak Ifa Avianty, Rose-nya mbak Sinta Yudisia, Aku Angin, Kaulah Samudera-nya Tasaro GK, novel barunya Windry Ramadhina. Beberapa novel dari Windhy Puspitadewi, saya suka karya mbak WP tapi belakangan suka enggak update lagi sama novel barunya. Juga berharap ada lanjutan Audy-nya Orizuka di tahun ini. Langsung selesai, langsung 2 seri lanjutannya. Hahaha...

Oya, saya juga kepengin beli ebook buat dibaca via ponsel. Emang sih enggak ada yang bisa ngalahin buku cetak, tapi terkadang saya memang suka baca buku via ponsel dalam keadaan tertentu. Misal ketika mati lampu seperti sekarang di mana saya tidak punya pencahayaan yang cukup buat membaca. Atau saat malam tidak bisa tidur sementara lampu kamar sudah dimatikan. 

Belum pernah beli ebook di Gramediana atau toko sejenis. Gaptek akut saya. Itu harus pakai kartu kredit ya? Saya tidak punya. Hiks. 


4 komentar:

  1. Kayaknya saya baca bukunya Tere Liye gegara keracunan dari Mba Yanti deh dulu. Huehehehe. Dan ini saya belom pernah ada yang baca. Maklum kecepatan baca saya ga lebih cepet dari keong. Tapi kok rasanya penasaran ama bukunya Clara Ng ya? Wkwkwkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... Tapi baca bukunya Ika Natassa bukan keracunan dari saya kan, Mas? Saya lihat banyak yang ngeracuni karena sesama banker. Hhehehe... Saya juga baru saja baca Clara Ng, Mas. Lebih karena penasaran :D

      Hapus
  2. Iyaaa nimbun tuh karena banyak pengennya, bacanya dari bisikan hati "enter-entar" :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi... Iya banget, Mbak. Kadang heran juga ada buku yang saya inginkan sebegitu rupa eh pas di depan mata justru ga dibaca :D

      Hapus

Tulis Komentar Anda

LinkWithin