Pages

Selasa, 01 April 2014

Menanti Jodoh dengan Menolak Perjodohan



Seseorang yang patah hati memang cendrung ingin menjauh, membawa langkahnya pergi, menelusuri hal-hal baru di tempat yang baru. Mungkin mereka berharap, dengan melangkah ke tempat yang baru dan menemui hal-hal baru akan membuat pikiran lama, kemarahan, kesedihan, luka, dan kecewa yang ada menjadi pergi diisi oleh sesuatu yang baru. 

Hal itulah juga yang dilakukan Sekar, saat Tedi yang menjalin hubungan dengannya selama 3 tahun justru menikah dengan wanita lain karena dijodohkan. Padahal Sekar walau usianya masih tergolong muda (23 tahun) tidak pernah hanya ingin bermain-main dalam sebuah hubungan. Dia ingin hubungan yang mengarah ke arah yang lebih serius. Karena itulah dia merasa menyesal telah menjalin hubungan yang sia-sia selama 3 tahun. Kejadian itu juga membuat Sekar menjadi benci dengan yang namanya perjodohan.


Sekar membawa langkahnya pergi ke Suzhuo, satu daerah di daratan Cina sana. Mengikuti kegiatan bisnis ayahnya. Di sana, Sekar bertemu dengan seseorang yang mirip dengan Kent Moran, aktor di film romantis yang pernah ditonton Sekar. Pria itu mengajaknya berkenalan tapi tak digubris Sekar. Walaupun Sekar terpikat juga dengan fisik lelaki tersebut, pertemuan itu berlalu begitu saja.

Sekembalinya ke tanah air Sekar kembali disibukkan dengan urusan pendidikannya. Perjuangannya menjadi seorang dokter gigi. Kehidupan ko-ass yang dijalani Sekar membuat dia juga mengenal sosok Dokter Danny. Seorang dosen yang menaruh perhatian lebih padanya, tapi tak terlalu berani untuk mendekati Sekar lebih jauh. Persahabatan Sekar dengan Nining juga memberi warna dalam kehidupan Sekar.              

Kemudian ada warna yang lebih tajam muncul dalam hidup Sekar. Saat sepupu jauhnya berlibur ke Bandung dan Sekar dimandatkan menjadi guide buat sepupunya. Siapa sangka ternyata sepupunya itu adalah seseorang yang pernah ditemui Sekar di Suzhou. Pria yang mirip Kent Moran yang ternyata dijodohkan orangtuanya dengan Sekar.

Sekar berontak. Tak terima dengan proses perjodohan. Bagaimana pun karena perjodohan lah yang membuat hatinya patah ditinggalkan Tedi. Sekar pun berkata pada Tedi bahwa sekarang bukan zamannya Siti Nurbaya. Seseorang bisa memilih sendiri siapa yang akan menjadi teman hidup selamanya. Bukan dengan jalan dijodohkan seperti tak laku saja. (Hal 142)

Pencarian jodoh memang tema yang tidak pernah lapuk di makan zaman. Namun, selain tema utama soal jodoh, novel ini juga dikemas dengan setting tempat dan setting profesi yang memikat. Tiga kota yang menjadi setting dalam novel yaitu Bandung, Suzhou dan Singapura dideskripsikan dengan sangat baik. Begitu pun setting profesi seorang dokter gigi dan yang berjuang menjadi dokter gigi yang ada di novel ini. Menambah wawasan pembacanya tentang kedokteran gigi. Hal itulah yang juga diangkat dalam sebuah karya masin seorang penulis yang berdomisili di Singapura ini Yudith Fabiola dalam novelnya yang berjudul Finding You.

Ada beberapa hal menarik yang ada dalam novel ini yang menjadi catatan saya.

Pertama, setting profesi dalam novel ini tergarap dengan sangat baik. Finding You tidak hanya bercerita tentang si ini patah hati dan kemudian jatuh cinta dengan si itu, tapi dipermanis dengan adanya cerita tentang kedokteran gigi. Sesuatu yang akrab dengan penulisnya yang pernah mengecap pendidikan di FKG. Lewat novel ini saya jadi menyerap beberapa informasi tentang kesehatan gigi.

Kedua, sering saya mendapati tips dari para penulis senior yang mengatakan, mulailah menulis dengan sesuatu yang akrab dengan kita. Hal itu rupanya juga dijalankan oleh penulis novel ini. Selain tentang dunia dokter gigi yang saya sebut pertama, setting tempat yang digunakan juga hal yang sepertinya akrab buat penulisnya. Penulisnya berasal dari Bandung dan kemudian berdomisili di Singapura. Hingga setting Bandung, Singapura dan Souzhuo bisa digambarkan dengan baik oleh sang penulis. Setidaknya saya merasakan seperti berjalan-jalan kembali di salah satu setting tempat yang diceritakan di mana saya pernah mencicipi berjalan-jalan ke sana.

Ketiga, akan lebih menarik jika unsur kebetulannya sedikit lebih dikurangi. Misal, pertemuan Sekar dengan Adi di Bandara Changi yang saya merasa terlalu kebetulan banget gitu loh.

Sebagai novel debut dari penulisnya, saya sangat menikmati finding you. Walau sempat juga ngerasa gregetan dengan salah satu tokohnya yang terasa mengulur-ulur waktu dan menggantung si Sekar. Hahaha.... Untung ga diembat orang si Sekar :p

Masih menunggu karya selanjutnya dari penulis ini. Ditunggu ya mbak Febiii....

Judul Buku       : Finding You
Penulis             : Yudith Fabiola

Penerbit           : PT. Bhuana Ilmu Populer

Terbit               : 2013

Tebal Buku      : 235 halaman
ISBN                : 978-602-249-261-0

Resensi ini juga pernah dimuat di sini : http://indoleader.com/index.php/resensi/2231-menanti-jodoh-dengan-menolak-perjodohan. Dimuat di blog dengan beberapa perubahan.

2 komentar:

  1. Penasaran baca nih karena setting Shuzaonya itu rasanya gak biasa ada di novel2 kita ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Settingnya Shuzou, mbak Febi pernah ke sana atau tinggal di sana kalau nggak salah :D

      Hapus

Tulis Komentar Anda

LinkWithin