Pages

Jumat, 27 Februari 2015

[Opini Bareng BBI] Karakter Tokoh Utama

           
Add caption

 Baiklah karena dicolek Kak Bebi di wawancara dengan saya di sini, saya jadi mau ikutan nulis opini bareng BBI. Tema untuk februari adalah tokoh utama. Nah, pas banget nih, saya lagi sukaaa banget dengan tokoh utama cowok dalam novel Walking After You karya Windry Ramadhina. Siapa lagi kalau bukan Julian.

Ju di sana digambarkan sebagai cowok yang pendiam. Oh… Saya selalu suka dengan cowok pendiam *lirik suami* :D

Ju ini wajahnya suka memerah, suka tersipu-sipu, apalagi kalau digoda An. Dan An ini sangat suka sekali menggoda Ju. Rasanya saya juga ingin ikutan menggoda Ju. Hahaha….

Kamis, 26 Februari 2015

Dear Bodyguard - Riawani Elyta

       


 Cerita tentang seorang pengawal pribadi bukan hal baru di dunia ini. Dulu saya pernah menonton film Jet Li dengan judul Bodyguard from Beijing, sebuah film yang sangat saya suka. Bahkan ketika berpuluh-puluh kali ditayangkan di salah satu stasiun TV saya tidak pernah bosan menontonnya. Kemudian di Amerika sana juga ada film yang berjudul The Bodyguard, saya hanya menontonnya separuh. Tidak sampai selesai. Namun, walau bukan cerita baru di dunia ini, tapi ketika cerita seperti ini dijadikan novel oleh penulis Indonesia menjadi sesuatu yang baru. Jarang yang mengangkat setting pekerjaan tokohnya seorang bodyguard. Kalau bankir, dokter, penulis, chef sudah banyak kita temukan.

Adalah Aline, seorang pengawal pribadi yang kemudian dikontrak untuk menjadi pengawal seorang artis bernama Jenny Miriam. Teddy, kakaknya Jenny, menjelaskan kenapa Aline perlu seorang pengawal. Alasannya karena Jenny sering mendapatkan terror dari mantan suaminya, Frans. Alasan terror yang dilakukan Frans karena menuduh Jenny bukan ibu yang bertanggung jawab. Walaupun pengadilan memutuskan hak asuk anak Frans dan Jenny yang bernama Lolita jatuh ke tangan Jenny.

Senin, 23 Februari 2015

Menumbuhkan Cinta Dalam Pernikahan



Setiap manusia yang menikah menginginkan pernikahan yang dijalaninya langgeng, dan terus bersama pasangan hidupnya hingga maut memisahkan. Mereka yang menikah juga berharap bahwa pernikahan yang dijalaninya adalah pernikahan pertama dan terakhir seumur hidupnya. Tapi tidak demikian yang terjadi pada Aisha dan Axel. Mereka berdua menikah dengan satu perjanjian kalau pernikahan itu hanya akan terjadi selama satu tahun.

Axel tak pernah setuju dengan perjodohannya dengan Aisha yang dilakukan keluarganya karena hatinya sudah terpaut pada satu wanita bernama Amelie. Keluarga Axel bukan tidak tahu kepada wanita yang terlanjur dicintai Axel itu, justru karena mereka sangat tahu maka mereka sepakat menjodohkan Axel dengan Aisha. Keluarga Axel tidak menyukai Amelie yang sudah dipacari Axel sejak ia kuliah di Universitas Bung Hatta. 

Axel dan Aisha menyepakati sebuah kesepakatan pranikah dengan tiga poin yang ada di dalamnya. Pertama, Aisha tidak mesti memenuhi seluruh kewajiban sebagai istri. Kedua, Aisha tetap diberi nafkah sesuai kemampuan Axel. Aisha juga menuntut Axel untuk tidak menafkahinya dalam jumlah minimal karena Aisha tahu penghasilan Axel sebagai seorang konsultan arsitektur cukup besar. Sedangkan poin ketiga, akan diberitahu Aisha setahun kemudian. 

Kamis, 12 Februari 2015

The Coffee Memory

Covernya Cakep

Hari minggu beberapa waktu yang lalu saya dikagetkan oleh sebuah berita duka dari kampung halaman saya. Puteri bungsu ulama besar dari kampung saya meninggal dunia karena sakit. Usianya masih sangat muda, masih 16 tahun. Saya malahan masih ingat saat abah saya diundang ke acara tasmiyah (memberi nama) almarhumah. Saat abah pulang dari sana, saya bertanya, dikasih nama siapa oleh Guru (Ulama atau Ustadz di kampung saya biasanya dipanggil Guru) putri bungsu beliau? Kalau kata-kata orangtua di kampung saya, umur kada babau. Artinya kematian itu memang misteri, bisa datang begitu saja dan tiba-tiba.

Kematian yang tiba-tiba akan membuat orang disekitarnya yang ditinggalkan berduka. Saya aja rasanya larut dalam kesedihan sepanjang hari minggu kemarin, padahal saya hanya mengenal almarhumah sekadarnya saja. Apalagi orang-orang terdekat, seperti orangtua, kakak-kakaknya, keponakannya, juga orang-orang yang akrab dengannya. Seperti kesedihan yang dirasakan Dania saat kehilangan Andro pada cerita di novel The Coffee Memory karya Riawani Elyta.

Belajar dari SUNYI

     


Karya duet tentu saja berbeda dengan karya solo. Seperti 2 orang penyanyi yang menyanyikan satu lagu secara bersamaan, yang terdengar dalam telinga pendengarnya tidak hanya satu suara, tapi kolaborasi dari 2 suara. Duet yang baik adalah ketika 2 karakter dileburkan kemudian terbentuklah karakter baru yang bisa membuat nyaman penikmatnya. Tidak hanya lagu yang bisa dinyanyikan secara duet, sebuah novel pun juga bisa ditulis secara duet. Seperti novel yang ditulis oleh Mbak Ifa Avianty dan Mbak Eni Martini

Rabu, 11 Februari 2015

The Marriage Roller Coaster

    


      Bercerita tentang pernikahan Audi dan Rafa. Audi yang seorang wanita karier dan Rafa yang kesibukannya melebihi presiden. Rafa selalu pulang kerja lewat tengah malam dan pergi pagi-pagi sekali. Waktu kebersamaan antara keduanya sedikit sekali. Saat weekend pun mereka kerap harus menghadiri berbagai acara, entah itu arisan keluarga atau acara pernikahan dan yang sejenisnya.

Mereka pun berinisiatif buat menunda mempunyai momongan karena Rafa belum siap menjadi ayah walaupun usianya sudah 30 tahun. Sepulang kerja, Audi kerap ‘kelayapan’ di mall bersama sahabatnya Sonya. Hal itu dilakukannya untuk membunuh waktu, karena begitu sampai di apartemen tidak ada siapa-siapa di sana karena suaminya akan datang larut malam. Jadi, untuk apa pulang cepat? Begitu pikir Audi.

LinkWithin