Pages

Minggu, 18 Januari 2015

Only You - Ketika Senyummu itu Melumpuhkan

sumber : Goodreads

Dulu sekali, saya pernah melihat betapa terlukanya seorang anak saat kedua orangtuanya berpisah. Masih ada senyum di wajahnya saat berada di depan saya, tapi luka terlihat jelas dibalik senyumnya. Saat itu saya menyadari, kalau yang paling terluka saat kedua orangtua berpisah adalah anak-anak mereka. Seperti Lexa yang terluka ketika orangtuanya berpisah, bahkan Lexa merasa sebagai anak terbuang. Selepas kedua orangtuanya berpisah dan masing-masing orangtuanya kemudian menikah dan menjalani kehidupan dengan keluarga masing-masing, Lexa tidak tinggal bersama salah satu dari kedua orangtuanya tapi dengan Tante Lina, adik mamanya.

Apa yang terjadi dengan kedua orangtuanya itu membuat Lexa tak mempercayai yang namanya pernikahan dan bertekad untuk tidak ingin menikah sepanjang hidupnya. Tapi itu dulu, sampai kemudian Lexa mendapati satu lukisan yang menjadi titik balik kehidupannya. Lukisan itu seperti bercerita banyak hal dan menyedot Lexa ke dalamnya. Lexa pun ingin memiliki lukisan itu, tapi si penulis yang bernama Aditya keukeuh tidak ingin menjual lukisan tersebut.

Kamis, 15 Januari 2015

Mimpi Sejuta Dolar

                


Akhir desember kemarin saya menonton film Merry Riana : Mimpi Sejuta Dolar. Saya terkesan dengan film tersebut dan memang lebih baik menonton filmnya dulu baru baca bukunya. Jadi ketika menonton film tersebut, tidak sibuk membandingkan dengan bukunya. Tentang film Merry Riana saya ceritakan di sini.

                Sebenarnya ketika mengetahui kalau kisah romance di bukunya nyaris tidak ada sama sekali, saya agak berat membaca bukunya. Hahaha… Penggemar genre romance garis keras! Tapi karena di Komunitas Penimbun Buku salah satu tantangan membaca bulan ini adalah buku yang dijadikan film saya memutuskan memasukkan buku Merry Riana ini.

Rabu, 14 Januari 2015

Cinta Beda Keyakinan, Ras, dan Warna Kulit



Indonesia mengalami peristiwa besar di tahun 1998 yang sampai sekarang pun masih teringat di benak orang-orang tentang peristiwa tersebut. Kejadian di tahun 1998 pun banyak menjadi setting dalam sebuah cerita. Yang saya ingat dulu pernah membaca novel 2 karya Dhonny Dirgantoro penulis novel 5 cm yang juga bercerita tentang kejadian tahun 1998. Kemudian kemarin menonton film Merry Riana yang setting ceritanya juga kerusuhan tahun 1998. Baru saja saya kelar membaca sebuah novel berjudul Dua Masa di Mata Fe karya Dyah Prameswarie yang juga mengambil setting waktu tahun 1998.

Keluarga Asen dilanda kecemasan saat kerusahan pecah di Jakarta. Cemas karena para perusuh memasang target akan menghabisi warga keturunan. Asen pun memutuskan keluarganya akan ke meninggalkan Jakarta dan pergi ke Surabaya. Surabaya menjadi tempat yang dituju karena mereka pernah tinggal di sana walaupun bukan masa-masa indah yang mereka lewati ketika berada di Surabaya.

Pernikahan Asen dan istrinya tidak mendapat restu dari kedua belah pihak. Asen adalah keturunan Cina, sementara Padma istrinya adalah keturunan India. Asen dan Padma telah dikaruniai 2 orang anak, Fe dan Edric. Namun, rencana ke Surabaya itu kandas karena sebelum fajar terbit lingkungan rumah mereka diserang. Sebenarnya Asen dan keluara sudah bersembunyi di dalam rumah saja, namun tetangga yang dengki mengabarkan kalau memang ada warga keturunan etnis Tionghoa di lingkungan tempat mereka tinggal. Padahal Asen sudah memasang tulisan di depan pintu rumah mereka dengan tulisan milik pribumi.

Senin, 12 Januari 2015

Pertanyaan-pertanyaan Besar Dalam Sebuah Perjalanan



Sebuah perjalanan selalu menghadirkan cerita-cerita baru. Cerita baru dari tempat baru yang didatangi atau kawan seperjalanan yang baru dijumpai. Apalagi kalau perjalanan itu menempuh jarak yang jauh dan dalam waktu yang lama. Semakin banyak  pengalaman dari perjalanan tersebut.

Kapal Blitar Holland adalah kapal yang mengantar para jamaah haji Indonesia (Hindia Belanda namanya waktu itu) ke Tanah Suci pada tahun 1938. Pada waktu itu muslim dan muslimah yang mau berangkat haji menggunakan kapal laut untuk menunaikan rukun islam kelima.

LinkWithin