Pages

Jumat, 27 Februari 2015

[Opini Bareng BBI] Karakter Tokoh Utama

           
Add caption

 Baiklah karena dicolek Kak Bebi di wawancara dengan saya di sini, saya jadi mau ikutan nulis opini bareng BBI. Tema untuk februari adalah tokoh utama. Nah, pas banget nih, saya lagi sukaaa banget dengan tokoh utama cowok dalam novel Walking After You karya Windry Ramadhina. Siapa lagi kalau bukan Julian.

Ju di sana digambarkan sebagai cowok yang pendiam. Oh… Saya selalu suka dengan cowok pendiam *lirik suami* :D

Ju ini wajahnya suka memerah, suka tersipu-sipu, apalagi kalau digoda An. Dan An ini sangat suka sekali menggoda Ju. Rasanya saya juga ingin ikutan menggoda Ju. Hahaha….


Sosok cowok lain yang saya suka ada di novelnya Orizuka yang berjudul Me and My Prince Charming. Saya sempat heran kenapa sih saya bisa suka banget sama novel itu. Padahal jalan ceritanya ya biasa aja. Tentang seorang cewek biasa yang pacaran dengan cowok sempurna. Semacam kisah San Chai dan Tao Ming Se lah. Halah, ketahuan nih umurnya :p Ralat deh, semacam kisah Jan Di dan Gu Jun Pyo (Biar agak lebih mudaan).

Nah, kenapa saya suka dengan ceritanya? Ternyata saya suka dengan karakter tokohnya. Mungkin karena merasa saya banget ya. Saya yang cewek biasa dan suami yang punya karakter mirip sama si Andros, sama-sama tidak bisa romantis. Hahaha….

Salah satu dialog yang saya ingat dari novel itu saat Cherry cuekin si Andros berhari-hari. Cherry berpikir toh enggak masalah juga dia cuekin si Andros karena selama ini Andros juga enggak peduli sama dia. Jadi, ketika mereka ketemu, Cherry membuang muka dari Andros. Ternyata hal itu menggelisahkan Andros. Waktu Cherry nanya, emang napa kalau dicuekin? Sebenarnya perasaan kamu sama aku gimana? Andros pun menjawab, dia juga tidak tahu gimana perasaannya. Yang dia tahu, dia sedih kalau Cherry cuekin dia. Deeeeu… Dan Cherry langsung meleleh aja gitu.

Jadi, si Andros ini bukan tidak romantis hanya dia tidak tahu bagaimana mengekspresikan perasaannya. Langsung ingat suami. Hahaha…..
Walaupun ya saya tetap tidak setuju sih remaja pacar-pacaran. Enakan kalau udah halal kayak saya dan suami sekarang #pesanUstadzFelixSiaw :D

Tentang tokoh utama lagi, saya sih kadang tidak terlalu mempermasalahkan kalau tokoh utama itu sempurna, semisal : cantik, baik hati, pintar, cerdas, pandai bergaul, dll. Ya, silakan aja. Asal jangan sempurnanya terlalu kebablasan. Jadinya saya ngiri dan gigit jari tidak bisa sesempurna itu. Semisal nih seperti yang namanya Aisha dalam novel Love, Interrupted karya Maya Lestari GF.

Itu si Aisha digambarkan cantik, pintar, trus bisa nulis, baru belajar masak tapi masakannya udah enak-enak aja, bisa motret, bisa nyanyi, bisa main piano, pandai meronce. Pencapaiannya juga dalam kebisaan itu tidak hanya sekadar bisa. Dia nulis buku, bukunya diterbitkan secara nasional. Dia motret dan nulis catatan perjalanan dan diterbitkan di majalah maskapai penerbangan. Buka toko dari hasil meronce. Jadinya, baca itu saya merasa terintimidasi karena serba nanggung bisanya atau malah blas tidak bisa apa-apa. Nelangsa deh saya ngebayangin wanita sesempurna Aisha.

Okeh, sampai di sini saja opini saya tentang tokoh utama. Tema opini bareng bulan Maret adalah tentang Alur Cerita. Semoga saya juga bisa ber-opini di bulan Maret :D



2 komentar:

  1. Iya..ya.. Saya juga kadang merasa jengah sama tokoh wanita yang terlalu sempurna. Tapi kalo tokoh prianya gitu biasa aja rasanya....
    Hanya sekarang saya jadi mulai bosan juga sama tokoh pria yang kelewat sempurna.

    *salam kenal*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal, Mbak Desty.. Iya, saya merasa ngiri karena tidak sesempurna tokoh di novel yang bisa ini dan itu. Hehehe....

      Hapus

Tulis Komentar Anda

LinkWithin