Pages

Rabu, 31 Desember 2014

Buku Impian 2015

Kemarin saya bergabung dengan grup Komunitas Penimbun Buku di facebook. Bergabung di sana membuat saya seperti menemukan teman senasib. Jadi, sering saya senyam senyum dan cengar cengir sendiri membaca curahan hati teman-teman di sana. Seperti, yang menyembunyikan buku di bawah meja kantor karena takut ketahuan beli buku lagi. Ahahaha....

Bergabung di sana juga perlahan mengurangi rasa bersalah saya karena suka menimbun buku. Ada satu thread yang membahas soal berapa jumlah timbunan buku di rumah masing-masing? Ada yang menyebut puluhan, kemudian ratusan dan ada juga yang ribuan. Bahkan kemudian keluar angka yang mencengangkan, ada 11000 timbunan buku. Wow... Saya ternganga dibuatnya. Betapa timbunan buku saya tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka.

Hari ini ada bahasan tentang wishlist 2015, buku apa saja yang diinginkan di tahun 2015. Saya katawa ketiwi baca kata pengantarnya, katanya kalau sebulan enggak beli buku rasanya gimanaaaa gitu. Walau belum dibaca tapi punya buku baru itu sesuatu yang melegakan hati. Duh, saya banget ituuuu.... 

Selasa, 30 Desember 2014

TerOrizuka di 2014

Di salah satu stasiun TV swasta sedang ditayangkan drama Korea berjudul Jang Ok Jung. Saya menontonnya? Ya. Terkadang, walau tidak terlalu memprioritaskan karena saya sudah menonton sebelumnya via dvd. 

Bagi yang pernah mengikuti drama Korea Dong Yi dan ngefans dengan karakter Dong Yi, mungkin bisa sebel kalau menonton Jang Ok Jung. Karena Selir Jang yang jahat di Dong Yi justru jadi tokoh utama di Jang Ok Jung, sesuai judulnya.

Saya sih enggak mau ambil pusing, mana drakor yang lebih mendekati kenyataan. Karena keduanya ceritanya bagus dan pada akhirnya mau dibikin tokoh utama atau tokoh antagonis yang namanya sejarah enggak bisa berubah ya. Teteup Jang Ok Jung akhirnya dihukum bunuh diri dengan minum racun.

Senin, 29 Desember 2014

Reading Challenge Januari 2015

Ikutan banyak Reading Challenge di tahun 2015, supaya bisa memangkas timbunan buku. Hari ini baru bergabung dengan grup Komunitas Penimbun Buku, saking banyaknya penimbun buku sampai-sampai ada komunitasnya :p

Tantangan bulan januari adalah membaca 4 buku dari 4 kategori berikut : buku yang lebih dari 500 halaman, buku dengan genre classic romance, buku yang dijadikan film dan buku yang terbit bulan ini. Setelah lirik-lirik tumpukan buku maka didapatlah list buku di bawah ini.

A book with more than 500 pages

Ada 3 buku yang saya incar yang lebih dari 500 halaman. Tapi saya kerucutkan menjadi 2 buku karena buku yang satunya sepertinya tidak bisa kejar target buat membacanya. Jadi antara 2 buku ini aja, Karakteristik Perikehidupan 60 Sahabat Rasulullah karya Khalid Muhammad Khalid atau The Casual Vacancy karya JK Rowling.



Sepertinya saya memilih Karakteristik Perikehidupan 60 Sahabat Rasul aja karena saya juga ikutan Islamic Book Reading Challenge.

A Classic Romance

Bingung mikirin genre ini karena saya nyaris tak punya buku classic romance. Eh tetiba kepikiran ama satu buku yang berjudul Snow Country karya Yasunari Kawabatha yang diterbitkan Gagas Media. Sip deh, moga bisa selesai bacanya :D

A Book That Bacame A Movie

Kembali punya 2 pilihan buat kategori ini yaitu the Strawberry Surprise karya Desi Puspitasari atau Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar. Pilih yang mana? Sepertinya pilih Merry Riana aja deh. Karena saya baru selesai nonton filmnya dan suka banget sama filmnya.

A Book published this Year

Banyak pilihan ini. Pilih yang mana? Sampai bingung mau pilih yang mana. Bagaimana kalau Dua Masa di Mata Fe karya Dyah Prameswarie? Oke. Saya pilih itu aja. Tadinya mau baca Senyum Dahlan karya Tasaro GK, tapi saya mau menyelesaikan Senyum Dahlan sebelum masuk 2015.

Semoga bisa membaca lebih dari 4 judul buku di atas. Saya mau setoran lebih dari satu buku buat IsBRC. Untuk RC dari BBI alias Blog Buku Indonesia di bulan januari saya skip dulu karena saya tidak ikutan event SS, sementara posbar bulan januari adalah buku hasil SS.

Semoga semangatnya bukan di awal saja. Aamiin... :D


Selasa, 23 Desember 2014

Mengajarkan Empati kepada Anak-anak Lewat Cerita



Waktu awal ingin belajar menulis cerita anak, saya pernah direkomendasikan untuk membaca Dongeng 7 Menit karya Clara Ng. Katanya buku itu bagus buat belajar menulis cerita anak. Jangan tawarkan hal seperti itu kepada saya, karena bahaya. Saya jelas akan tertarik. Muehehe....

Seingat saya harga yang ditawarkan untuk buku itu lumayan mahal. Saya sudah memesannya di salah satu teman yang jualan. Tapiiii.... Ternyata stoknya kosong dan sampai saat ini saya belum mendapatkannya. 

Beberapa hari yang lalu saat Mbak Eni Martini memajang buku yang beliau jual, dan itu karya Clara Ng saya jadi tertarik untuk memilikinya. Apalagi saat membaca sinopsisnya yang salah satu ceritanya adalah tentang perceraian orang tua. Saya sungguh tertarik. Dari dulu saya selalu ingin mengemas cerita tentang perceraian itu dalam sebuah cerita anak. Entah kenapa keinginan itu ada, mungkin juga disebabkan karena saya pernah beberapa kali melihat begitu terlukanya seorang anak saat orangtua mereka bercerai. Sampai saat ini pun saya masih mengambil kesimpulan dalam perpisahan kedua orangtua maka yang paling terluka adalah anak-anak mereka.

Jumat, 19 Desember 2014

Curhat dan Tema Baca dan Opini Bareng BBI 2015

Belakangan mulai malas lagi buat bikin resensi atau review buku. Padahal ada beberapa buku yang baru selesai dibaca. Padahal ini sudah dekat banget akhir tahun di mana seharusnya saya menyelesaikan target resensi tahunan. Padahal buku yang saya baca udah bersileweran di otak saya apa yang mau saya tulis. Tapi pas berhadapan dengan laptop dan menulis 2-3 kalimat saya kehilangan semangat. 

Dan beberapa hari ini nyaris tidak ada buku yang saya selesaikan secara tuntas :( ada satu yang selesai dan itu buku anak yang seperti kita tahu banyak gambarnya daripada tulisannya :p Entahlah... Lagi kehilangan semangat di saat saya seharusnya kalap membaca buku. 

Kemarin baca postingan di Blog Buku Indonesia (di mana saya sudah jadi member di sana) tentang Tema Baca dan Opini Bareng. Wah, saya jadi semangat karena ada Opini Barengnya. Soalna kalau resensi mulu di buku ini bosan juga kan ya. Jadi asyik juga kalau ada Opini Bareng. Saya copas di sini deh keterangannya biar saya mudah nyarinya :D 

Kamis, 04 Desember 2014

Memanfaatkan Waktu Yang Tak Akan Kembali


Seorang ayah selalu ingin memberikan yang terbaik untuk keluarganya termasuk yang utama adalah mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan anak dan istrinya. Sebagai tulang punggung keluarga, sering para ayah tidak menyadari, kalau kesibukannya mencari nafkah sampai tidak mengenal waktu justru merenggut waktu mereka bersama keluarga. Hal itulah yang dialami Yanuar. Ayah dari dua anak Hafsha dan Feru.

Di tengah masa berkabung saat kehilangan istrinya, Esther, Yanuar harus bangkit untuk menjalani kehidupan demi kedua anaknya. Sejak beberapa jam setelah istrinya meninggal, Yanuar tahu kalau akan ada saatnya dia harus memasak untuk kedua anaknya. Tapi, hingga dua minggu selepas kepergian istrinya, Yanuar belum juga melakukannya.

Memasak ikan goreng tepung itu bukan masalah besar buat Yanuar, dia tinggal mesontek dari buku resep. Namun yang tak tertahankan adalah perasaan bahwa Yanuar harus mengakui bahwa istrinya benar-benar telah pergi, bahwa masakan Esther tidak akan pernah ada lagi, bahwa Yanuar kini seorang diri. Yanuar harus berhenti menganggap Esther hanya berlibur ke tempat yang jauh. (Halaman 2)

Hal yang kemudian membuat Yanuar bertambah sepi dan terluka saat dia menyadari kalau dia tidak terlalu dekat dengan anak-anaknya. Seolah ada jarak yang jauh antara dia dengan Hafsha dan Feru. Yanuar salah menggunakan tepung saat memasak salmon, Yanuar juga tidak bisa membacakan dongeng sebelum tidur. Hafsha dan Feru malah merindukan kehadiran Wira, adik Yanuar, untuk bermain bersama mereka.

Yanuar tidak ingin menyerah. Dia ingin berjuang untuk menebus waktu yang pernah terlewat membersamai anak-anaknya tumbuh besar. Yanuar berusaha menjadi ayah yang baik. Pulang lebih awal dari biasanya dan ingin selalu ada bersama anak-anaknya. Perubahan tidak serta merta terjadi. Seorang Yanuar tidak biasa untuk meninggalkan pekerjaan kantor atau pun meminta izin kepada atasan untuk menemani dan membersamai anak-anaknya. Waktu berjalan semakin cepat, dan Yanuar tidak berani menduga-duga apa jadinya jika dia tidak terlibat dalam rentang waktu antara anak-anaknya kecil dan anak-anaknya dewasa. (Halaman 88)

Di awal usahanya mendekatkan diri dengan anak-anak Yanuar sering kebingungan. Bahkan untuk memulai obrolan dengan anak-anaknya saja, Yanuar tidak tahu bagaimana cara memulainya. Seiring berjalan waktu, Yanuar mulai memahami bahwa dia tidak harus memulai, karena anak-anaklah yang sering kali mengangkat topik-topik menarik, seperti, “Kenapa langit biru, Papa?”, “Apa ada awan yang warna pink, Papa?”, “Kutub Utara itu di mana, Papa?” (Halaman 133)

Saat Yanuar sudah dekat dan akrab dengan anak-anaknya, Yanuar diliputi perasaan bersalah, karena dia baru dekat dengan anak-anaknya saat istrinya sudah tiada. Yanuar baru menyadari betapa bahagianya berada di tengah keluarga. Yanuar berkata dalam hatinya, “Mengapa selalu harus ada yang dikorbankan, atau berkorban, agar seseorang menyadari betapa berharganya hal-hal yang mereka miliki? (Halaman 157)

Sebagai seorang pria dewasa, Yanuar juga mulai memperhatikan sosok wanita lain. Karyawan baru di kantornya, Lieselotte, menarik perhatiannya. Urusan mencintai bagi Yanuar kini bukan sesuatu yang mudah. Kalaupun dia bisa bersama Lieselotte, Yanuar tidak yakin bisa menyingkirkan bayang-bayang mendiang istrinya. Belum lagi kedua anaknya harus beradaptasi dengan kehadiran orang baru, yang pasti membutuhkan banyak waktu. (Halaman 186)

Saat Lieselotte resign dari kantornya, Yanuar pun merasa gamang. Antara ingin mempertahankan gadis cantik itu atau tidak memedulikannya. Yanuar merasa takut menghadapi yang namanya perpisahan, karena perpisahan dengan istrinya sudah begitu membuat dia terluka. Begitupun saat putrinya, Hafsha, diajak mertuanya untuk ke San Fransisco, menunaikan wasiat mendiang istrinya agar Hafsha bisa bersekolah di San Fransisco.

Waktu adalah sesuatu yang tidak bisa dikembalikan. Anak-anak tumbuh dewasa dan pada saatnya mereka akan hidup mandiri tidak lagi tergantung dengan orangtuanya. Priceless Moment mengajarkan pada kita bahwa uang bukan segalanya bagi seorang anak. Mereka ingin besar dan tumbuh dengan perhatian juga keberadaan orang tua mereka. Membangun kedekatan dan hubungan yang harmonis antara orangtua dan anak di sela kesibukan bukan sesuatu yang mustahil untuk dilakukan. Dikemas dalam sebuah cerita yang manis dan mengharukan, jalinan cerita di dalamnya tak hanya menyuguhkan kisah yang romantis tapi juga penuh makna.

***

Judul               : Priceless Moment
Penulis            : Prisca Primasari
Penyunting      : Yulliya Febria
Penerbit           : GagasMedia
Tebal Buku      : 298 + vi Halaman
ISBN               : 979-780-738-x

Tahun Terbit    : Cetakan Pertama, 2014

Mimpi, Impian dan Cinta Mereka yang Terbuang


Keluarga  merupakan hal penting dalam kehidupan seorang anak manusia. Begitu juga dengan anak-anak terbuang dalam asuhan rumah asuh Bunda Wulan, mereka merindukan dan berjuang mendapatkan atau menemukan keluarga seperti Septiani dan Oktavano, si kembar yang selalu gagal mendapatkan orangtua asuh. Hal ini disebabkan karena Septi  yang tumbuh sempurna tidak ingin diadopsi sendirian tanpa Okta.

Para calon orangtua asuh mereka selalu menolak kehadiran Okta karena Okta adalah penyandang sindrom Asperger. Sindrom Asperger mirip dengan autisme. Sindrom Asperger adalah gejala kelainan perkembangan saraf otak. Tapi, penyandangnya memiliki kecerdasan dan perkembangan bahasa yang normal. Hanya gagap dalam hubungan sosial dan kurang cakap berkomunikasi. Mereka memandang dunia dengan cara yang berbeda. (Halaman 47).

Membersamai Anak Saat Telah Wafat



Setiap orangtua pasti menginginkan untuk terus mendampingi kehidupan anak-anaknya. Dari mereka masih dalam kandungan sampai ke dalam tahap-tahap kehidupan yang mereka lewati. Masuk sekolah hingga menikah. Namun, kehidupan tidak selamanya berjalan sesuai rencana dan keinginan. Ada kalanya orangtua berpulang saat anak-anaknya masih kecil dan belum tumbuh dewasa.

Gunawan Garnida, seorang ayah dari dua orang anak Satya dan Cakra menyadari kalau waktunya untuk mendampingi anak-anaknya tinggal sedikit karena penyakit yang dideritanya. Namun, Gunawan masih ingin terus mendampingi anak-anaknya. Ingin anak-anaknya tumbuh di sampingnya. Ingin tetap bercerita pada anak-anaknya dan mengajarkan anak-anaknya tentang banyak hal. (Halaman 5).

Mengintip Dunia Remaja Oknum Pelaku Tawuran


Masa remaja adalah masa pencarian jati diri. Tak selamanya para remaja berada di jalan yang lurus, terkadang mereka terpeleset pada jalan yang tak seharusnya dilalui. Dunia kekerasan pun masih sering kita temui terjadi pada dunia remaja, salah satunya tawuran. Mengambil konflik tentang tawuran antar dua sekolah, novel yang berjudul Aku, Juliet hadir meramaikan dunia perbukuan di Tanah Air.

            SMA Juventia dan SMA Eleazer adalah dua sekolah yang berdekatan, namun dua SMA itu juga adalah seteru abadi tawuran. Sering kali, tawuran terjadi tanpa ada penyebab. Hanya karena oknum siswa itu “kangen” bertempur. (Halaman 31) Bahkan dalam satu minggu, ada satu hari khusus tawuran, sekalipun tak ada masalah di antara kedua sekolah tersebut. (Halaman 55)

            Camar, salah satu siswa baru di sekolah Juventia sudah mendengar tentang kebiasaan tawuran itu. Namun hal itu tidak mengurungkan niatnya untuk memasuki SMA Juventia. “Meski ada oknum siswa yang suka tawuran, sekolah itu termasuk sekolah unggulan di Jakarta,” kata Camar meyakinkan mamanya. (Halaman 8)

Senin, 01 Desember 2014

Sophia dan Pink - Sinta Yudisia

Masa remaja memang masa-masa yang enggak habis buat dikupas dan dikunyah. Selalu saja menarik membicarakan remaja. Mereka yang baru ngeh akan yang namanya asmara, yang baru dag dig dug merasakan perasaan indah dalam hati. E ciyeee… Tapi sekaligus juga mulai dihinggapi perasaan galau akan sekitar dan masa depan. *ini curhat?

Dan saya selalu suka baca novel remaja yang dikemas cantik dan memberikan sesuatu yang indah buat pembacanya (pinjam judul lagu Padi). Seperti novel remaja yang baru saya baca, yang ditulis oleh seorang penulis yang kiprahnya di dunia kepenulisan tidak perlu kita ragukan lagi, Mbak Sinta Yudisia



Jumat, 28 November 2014

Satu Lagi dari Orizuka : 17 Years of Love Song



Kalau diibaratkan dalam dunia masak memasak, Orizuka adalah salah satu koki favorit saya. Di manaaa… segala yang dia masak saya suka. Ada beberapa yang suka pakai banget. Orizuka itu memenuhi selera saya akan sebuah karya. Muehehe…

Ini buku lama Orizuka yang saya beli second. Hihihi… Senaaaang banget waktu ada yang jual buku ini. Jadi ceritanya kemarin itu di FB saya lihat ada yang jual serial Oppa And I komplit, saya sms dia dan bilang minat mau beli. Trus dia tawarin lagi deh novel Orizuka yang lain. Langsung cusss ke goodreads mendata karya Orizuka yang belum saya punya dan akhirnya dapatlah novel ini. Yay!

Ini cerita tentang Leo, yang karena perceraian orangtuanya dia harus pindah ke kampung halaman ibunya di Purwakarta. Leo ogah banget pindah, tapi dia tidak punya pilihan lain. Sebagai anak laki-laki satu-satunya, dia nggak mungkin ninggalin ibunya. Jadi deh dia ikut pindah, rela meninggalkan kehidupan di Jakarta termasuk hobby-nya pada permainan baseball. Padahal dia punya mimpi buat jadi atlet timnas baseball.

Selasa, 25 November 2014

Semangat Move On Penderita Sindrom APS


Antiphospolipid Syndrome (APS) atau Sindrom Darah Kental memang belum begitu dikenal oleh masyarakat luas. Penjelasan sederhana dari sindrom itu adalah darah yang terlalu cepat mengental. Jika darah mengental, maka akan menyumbat di bagian tubuh tertentu. Jika darah menyumbat di ginjal, yang terjadi adalah penderita APS akan terkena penyakit ginjal. Jika penggumpalan darah terjadi di mata, mata akan mengalami gangguan penglihatan sampai kebutaan. (Halaman 163)

            APS itulah yang dialami oleh Asma, seorang gadis berwajah sederhana yang berusaha mempercayai kalau cinta sejati itu ada. Asma pernah dikecewakan begitu rupa oleh seseorang yang menjalin hubungan dengannya. Kekecewaan yang membuat dia meragukan apakah kebahagiaan bisa diraih dalam sebuah pernikahan. Bagaimana jika waktu menghambarkan rasa? Atau bagaimana jika setelah dia mengambil keputusan dan memilih, lalu dikecewakan? Pikiran-pikiran seperti itu selalu hinggap di benak Asma. (Halaman 14)

Rabu, 19 November 2014

Wishful Wednesday [4] : Bukan Cinderella - Ifa Avianty

Rabu lagiiii.... Rabu pertama dengan harga bbm di tanah air tercinta 8500. Semoga harga buku enggak naik. Semoga pajak penulis dihapuskan. Semoga ongkos kirim buku juga enggak naik. Semoga honor dan royalti penulis naik.. *banyak permohonan*

Dan ini juga rabu pertama saya menggunakan kartu Halo. Weekekekeke.... Jadi, seperti curhatan saya kemarin itu saya kehabisan kuota internet terlalu dini. Semua itu karena jaringan si tiga yang biasanya kencang berlari sekarang lambaaat sekali. Jadi deh saya pakai wifi, bukan pakai paket data di hape.

Suami saya yang baik hatinya itu iba juga melihat istrinyaa tidak leluasa berselancar di dunia maya. Karena itu dia menawarkan saya ganti simcard dengan Halo Hybrid. Yang paket 50 ribu sebulan dengan paket data 2 GB + gratis nelpon 60 menit dalam sebulan + paket sms 100 sebulan. Yang free.. kalau lebih ya bayar :D

Saya jarang sih nelpon2an dan sms2an. Nelpon mama biasanya juga mama yang nelpon duluan, jadinya seperti paket itu cukup buat saya. Kita lihat nanti yaa...

Senin, 17 November 2014

Milia dan Kado Ulang Tahun



Seperti yang saya sebutkan di postingan sebelumnya, saya suka buku anak dengan beberapa alasan, jadi kali ini kembali baca buku anak lagi. Mepet deadline gini supaya terpenuhi target membaca kan emang enaknya baca buku anak. Tipis-tipis dan enggak berat mikirnya. Ahaha....

Jadi kali ini saya baca buku anak yang beda dari biasanya. Beda karena ditulis oleh anak-anak. Saya kan biasanya baca buku anak yang ditulis oleh orang dewasa, jadi penasaran juga bagaimana kalau cerita anak ditulis oleh anak-anak. Dan saya juga kepo... Sebenarnya anak-anak lebih suka buku anak yang ditulis oleh teman-teman seusianya atau orang dewasa ya? Tergantung selera kali ya. Kalau adek sepupu saya dulu lebih suka KKPK. Dia punya buku anak yang ditulis oleh orang dewasa berdasarkan rekomendasi saya aja. Selain itu ya dia beli KKPK. Itu juga yang saya rekomendasikan kelihatannya dia enggak terlalu doyan. 

Minggu, 16 November 2014

Mengintip Cerita Hidup Anak Korea

                Setelah belum berhasil mendapatkan novel anaknya Uni Dian Iskandar yang berjudul Gomawoyo, Chef! Akhirnya saya mendapatkan novel bertajuk k-novel ini. Tau dong K itu merujuk kepada apa? Yup. Korea. Karena latar tempat novel ini plus tokoh-tokohnya adalah Korea. Jika dulu saya pernah mendengar kalau untuk mengikat pembaca Indonesia dengan setting luar maka libatkanlah unsur Indonesia di dalamnya meski sedikit saja. Namun, hal itu tidak saya temui di novel ini karena itulah mungkin novel ini bertajuk K-novel.

                Judul novel anak ini adalah Bintang Jindo. Bercerita tentang Choi Hyo Ra dan kedua temannya Youra dan Eun He. Choi Hyo Ra digambarkan sebagai seorang gadis kecil yang baik hati, tidak sombong dan rajin menabung. Eh, beneran rajin menabung, lho. Hyo Ra punya tabungan berbentuk babi yang dia sebut Piggy Bank.  Dia hanya punya keinginan membahagiakan kedua orang tuanya. Hyo Ra tidak punya obsesi seperti Youra yang ingin menjadi artis dan suka sekali narsis dan eksis.

Jumat, 14 November 2014

Dokter Gigi? Hiii... Takut, eh, Siapa Takut

                Ada beberapa hal kenapa saya suka baca buku anak walaupun bukan anak-anak lagi. Alasan pertama, ceritanya simple. Jadi enggak perlu kening berkerut-kerut  buat membacanya. Asyik buat refreshing. Kedua, biasanya cerita anak mengandung nilai. Nilai dalam artian pesan kebaikan maupun informasi yang ada di dalamnya. Ini bukan saja oke buat anak-anak, tapi juga orang dewasa remaja seperti saya. Dan alasan ketiga… Saya pengin belajar menulis cerita anak lewat buku yang saya baca. Proses membaca juga bagian dari belajar menulis kan?

                Ini satu buku anak yang baru saya baca. Heuheu… Belinya sih udah lama, tapi bacanya baru sekarang *sungkem sama mbak Febi*

Judul buku ini adalah Trio Milki Way, bercerita tentang persahabatan antara Mila, Riki, dan Daway. Mereka kemudian menamakan diri mereka Trio Milky Way. Milky Way berasal dari nama mereka. Mil untuk Mila, Ki untuk Riki, dan Way untuk Daway. Mereka belum tahu kalau Milki Way juga nama sebuah galaksi di angkasa raya.

Rabu, 12 November 2014

Wishful Wednesday [2] : Melengkapi Karya Prisca Primasari

Wishful Wednesday aku dataaaang.... Hahaha....

http://perpuskecil.wordpress.com/

2 minggu kemarin enggak bisa ikutan Wishful Wednesday karena modem saya kehabisan kuota. Jadi begini ceritanya, saya kan kalau online via laptop pakai modem. Itu modem wifi yang kadang saya pakai juga buat online di hape. Modem itu pakai kartu berlangganan pasca bayar yang tiap tanggal 11 kuotanya baru terisi dengan yang baru. Kalau kuota abis sebelum tanggal 10 ya siap-siap aja internetnya lemoooot banget. 

Nah, kemarin itu tanggal 30 sudah habis kuotanya. Huahikshiks... Jadilah saya terkendala online via laptop. Lambaaaat banget. Bahkan saya enggak bisa ngeyoutube mini drama AADC yang fenomenal itu. Saya nunggu tengah malam buat bisa nonton. Dari siang gemeees banget enggak bisa langsung nonton Mas Rangga dan Mbak Cinta. 

Jumat, 24 Oktober 2014

Every Mom can be a Writer!

Waktu nulis postingan Wishful Wednesday kemarin saya bilang kalau buku tentang menulis yang saya punya itu adalah Draf 1 nya Winna Effendi dan bukunya mbak Afifah Afra (Judulnya : Be A Briliant Writer). Ternyata saya lupa kalau saya punya buku tentang menulis lainnya yaitu Buku Sakti Menulis Fiksi yang diterbitin team majalah Annida dulu. Ihh… Itu buku tentang nulis yang pertama kali saya punya. Yang saya beli dengan sejuta harapan bisa jadi penulis juga. Dan sampai sekarang ya saya gini-gini aja. Jadi, tidak ada satu pun buku tentang menulis yang bakal bisa bikin kamu jadi menulis kalau kamu sendiri tidak memulai untuk menulis!

Dan satu lagi buku yang saya punya, yang baru saya beli tentang menulis adalah Momwriter’s Diary yang ditulis oleh Mbak Dian Kristiani. Beberapa waktu yang lalu ada lomba review buku ini, padahal saya udah punya dan udah dibaca juga. Tapi, saya tau kalau ada lombanya pas lagi mudik ke rumah ortu. Huhuhu… Bukunya ketinggalaaaan. 



Jadilah saya nggak bisa ikut lomba reviewnya *padahal kalau ikut juga nggak tentu menang :p yang penting ikut kan yeee*. Coba gitu ya punya kantong ajaib Doraemon, jadi semua buku saya masukin ke dalam kantong, kantongnya saya bawa ke mana-mana jadi kalau perlu buku tinggal ambil di kantong. *ngayal deh ngayal*

Kamis, 23 Oktober 2014

Nikah Aja, Yuk! - Menjawab Pertanyaan Remaja Tentang Cinta



Ketika membaca buku ini dan menemukan salah satu tokoh utamanya bernama Saga, saya tercenung beberapa saat. Merasa nama Saga itu begitu familiar buat saya. Kemudian sibuk menyusuri memori saya di mana saya mengenal seseorang bernama Saga. Dan saya baru ngeh kemarin setelah selesai membaca bukunya. Nama Saga begitu familiar dalam pikiran saya karena dia adalah nama akhir dari games yang biasa saya mainkan : Candy Crush Saga!

Tapi Saga ini tidak ada hubungannya dengan Candy Crush Saga. Saga adalah nama cowok cakep yang mirip dengan aktor Korea yang menjadi kakak kelas Ayesha. Ayesha yang remaja itu pun suka mencuri-curi pandang kepada Kak Saga. Memandangi DP BBMnya juga ketika mereka dalam satu kegiatan. Ayesha terserang panah arjuna asmara dari Kak Saga. 

Rabu, 22 Oktober 2014

Wishful Wednesday [2] : Creative Writing - AS Laksana

Jyaaah... Ternyata hari ini hari rabu ya man teman. Antara sadar dan nggak gitu kalau hari ini hari rabu. Dan tiap rabu adalah harinya Wishful Wednesday. 


http://perpuskecil.wordpress.com/

Sebelum masuk ke buku apa yang saya inginkan minggu ini, saya mau cerita dikit tentang Hay Day. Tau nggak sama Hay Day? itu loh games bertani yang yah lumayan naik daun sekarang. Setidaknya naik daun karena saya tau :p Saya lumayan kuper kalau soal games. Taunya sama Candy Crush Saga aja. Tapi Candy Crush sekarang rada tersingkir karena saya main Hay Day.


Jadi, dalam Hay Day itu kita bisa beli-beli alat penunjang dalam pertanian atau pun buat menghias ladang. Semisal alat pemeras jus, oven kue, dll. Dan saya selalu kepingin melengkapi ladang saya dengan beragam hal yang bisa diusahakan. Jadilah saya ngumpulin koin demi koin demiiii lengkapnya ladang saya. 

Mereguk Tips dan Trik ala Blogger Kondang

Blog adalah sesuatu yang sangat saya sukai sejak dulu, bahkan sejak saya belum tau bagaimana caranya bikin blog. Semenjak mengenal internet, saya sudah suka bin doyan blogwalking ke beberapa blog yang saya cari secara acak via google. Rasanya menarik saja membaca curahan hati dan isi pikiran sang pemilik blog.

Ketika mencoba terjun langsung bikin blog dan menuliskan tulisan-tulisan di blog saya pun menemukan keasyikan tersendiri. Jadiii… Senang banget waktu dapat buku ini. Buka-bukaan ala blogger kondang(an). Ingin mengintip tips dan triks tentang blog dari para blogger kawakan.


Zaman sekarang sudah banyak sekali blogger yang bisa menghasilkan uang dari blognya. Baik itu hasil dari ikutan kuis dan lomba atau dari mereview suatu produk. Dalam review suatu produk, buat saya pribadi saya memang lebih memilih blog untuk mengetahui kurang atau lebihnya suatu produk daripada iklan yang banyak tersebar, begitu pun dengan resep masakan, saya lebih memilih postingan resep dari blog bukan dari web majalah atau barang.

Geek in High Heels

Halo berjumpa lagi dengan Yanti yang lagi tenggelam di kolam buku dan sedang berusaha keras menyelesaikan tumpukan buku yang belum dibaca plus ngereviewnya. Hihihihi…

Kali ini kita bercerita tentang satu buku karya kak Octa NH. FYI, saya suka baca tulisan kak Octa di blognya ini. Tokoh utama dalam novel berjudul Geek in High Heels ini bernama Athaya. Athaya merasa galau karena di usianya yang menjelang 30 tahun dia belum kelihatan kapan akan menikah. Sementara sepupunya yang jauh lebih muda dari dia akan segera menikah.


Di acara perkenalan keluarga besarnya dengan tunangan sepupunya itu, Athaya harus menerima kecerewetan tantenya tentang dirinya yang belum dapat jodoh lah, nggak kerja kantoran lah. Hal itu bikin Athaya melarikan diri dari acara keluarga dan kemudian ‘terdampar’ di sebuah cafĂ©. Di sana dia ketemu sama satu orang yang ngajak dia kenalan. Tapi ya perkenalan biasa aja dan kemudian Athaya lupa.



Rabu, 15 Oktober 2014

Wishful Wednesday [1] : RINDU - Tere Liye

http://perpuskecil.wordpress.com/2014/10/15/wishful-wednesday-129/


Sempat ikutan Wishfull Wednesday ini di blog lama, dan ketika pindahan ke blog baru khusus buku nggak pernah ikutan lagi. 

Gara-gara lihat postingan Kak Rosa yang ikutan WW, jadi pengin ikutan juga. Karena emang lagi mupeng banget sama satu buku yang berjudul Rindu. Dududu... 
Ini yang kumau

Bukan Pangeran Kodok



Gaung buku yang berupa kumpulan cerpen memang meredup dibandingkan novel di dunia perbukuan tanah air. Tapi bukan berarti mati sama sekali. Ada beberapa kumpulan cerpen yang diterbitkan oleh para penerbit. Salah satunya yang diterbitkan Penerbit Andi yang berjudul Bukan Pangeran Kodok.

Mengambil segmen remaja, kumpulan cerpen ini hadir dengan sebagian besar ceritanya berkisah tentang cinta ala remaja. Baru membaca sebagian cerpen yang ada di dalamnya saya menukas dalam hati saya sukaaa. Cerpen-cerpen di dalamnya adalah cerpen dengan tema kekinian yang tetap mengedepankan kesantunan. Membacanya jadi bikin saya bernostalgia pada masa putih abu-abu, saat masih unyu-unyu dan jadi secret admirer si ini dan si itu :p


Di akhir cerpen yang ditulis oleh kak Santi Artanti saya ikut bersenandung :
Never mind, I'll find someone like you..
I wish nothing but the best for you too..
Don't forget me, I begged..
I'll remember, you said..
Sometimes it lasts in love..
But sometimes it hurts instead.. 

Lagunya Adele itu memang pas mewakili ending dari cerpen tersebut. 

Senin, 29 September 2014

Daisuki Da Yo Fani-chan



Astaga.. Astagaa… Postingan terakhir di blog buku bulan Juli, tanggal 11 pulak. Blog bukuku berdebuuu. Padahal udah resmi jadi member Blog Buku Indonesia, kok masih malas sih, Yan? Baiklah… Baiklah.. Mari ngeblog soal buku lagi.

Kali ini mau bicara tentang buku berjudul Daisuki Da Yo Fani-Chan karya Winda Krisnadefa. Ini buku saya dapat gratis dari Penerbit Mizan, sebagai reward dari dimuatnya resensi buku Pangeran Bumi, Kesatria Bulan karya Ary Nilandari. Saya memang sengaja minta buku ini sebagai reward, untung dikabulin. Alhamdulillah… Makasiiih Mizan. Mizan emang teope begete deh kalau kasih reward. Kita-kita juga jadi semangat bikin resensi buku Mizan lagi ;-)

Karena buku ini saya minta gitu jadi so pasti dong saya emang pengin sama buku ini. Ini buku kedua karya Mak Winda yang saya baca. Buku pertama yang Macaroon Love itu nggak terlalu berkesan buat saya, tapi saya nggak jera tuh baca karya beliau. Dan buku yang kedua ini jauuuuuh lebih saya suka dari buku pertama.

Jumat, 11 Juli 2014

Me and My Prince Charming



Ini novel pertama yang ditelorkan Orizuka di tahun 2005 kemudian diterbitkan lagi di tahun 2014 ini. Sebagai novel pertama memang terasa sekali betapa biasanya tema yang diangkat di novel ini. Namun, bagaimana cerdiknya Orizuka mengemas cerita menjadi manis sebagai kekuatan dari karya-karyanya sudah terasa di novel ini.

Cherry Danisa adalah seorang siswi SMU yang biasa saja. Tidak cantik, tidak punya tubuh yang ideal dan segala kejelekan yang dirasakannya tidak bisa menarik perhatian para lelaki. Tapi Cherry punya bakat dan kepintaran. Hanya itu yang dia punya. Maka saat Cherry justru berpacaran dengan the most wanted male di sekolahnya tentu saja itu mengundang keheranan orang lain. 

Selasa, 01 Juli 2014

Our Story - Orizuka

Buku ini sudah selesai saya baca sejak awal Juni kemarin. Dan tak ragu untuk menyematkan 5 bintang di Goodreads. Tapi kebingungan buat menulis reviewnya, khawatir saya tidak bisa menggambarkan dengan baik novel sebagus ini. 

Sewaktu membaca novel ini saya bertanya pada suami, adakah dia pernah tahu tentang sekolah yang dianggap sekolah buangan di kotanya? Yang terkenal justru karena ketidakberesan sekolah itu? Di mana mereka yang masuk ke sana adalah murid-murid yang tidak diterima oleh sekolah lain. Sekolah semacam itulah yang dijadikan Orizuka setting cerita. Sekolah yang dikenal masyarakat bahwa murid di sana nggak ada yang beres. Bahkan satu murid baik-baik ketika naik taksi, 'ditawar' oleh sang sopir begitu tahu murid itu bersekolah di sana. Ditawar dalam artian diajak tidur semalam. Beuh... Bahasa dewasa nih.

Call me Miss J - Orizuka

Sejak diperkenalkan dan dikompori Mbak Dhani tentang karya Orizuka, saya langsung kesengsem sama penulis yang satu itu. Sama karyanya maksudnya. Tanpa membaca karyanya terlebih dulu, saya sudah membeli 3 bukunya. Dan syukurlah ternyata saya suka sama goresan tangan Orizuka itu. Setelah 3 buku itu saya terus memburu karya Orizuka yang lain. Yang teranyar saya selesaikan baca judulnya adalah Call me Miss J.


Novel ini pernah terbit tahun 2006 silam, kemudian diterbitkan lagi oleh teen@noura (lini remaja NouraBooks) di tahun 2013. Seperti karya teenlit Orizuka yang lain, Call me Miss J juga mengangkat kisah dan permasalahan para remaja. Yang saya suka selalu ada nilai yang bisa diambil dari karyanya Orizuka ini. Enggak hanya bertutur tentang cinta-cintaan saja.

Lea adalah siswi yang terkenal di sekolahnya, tapi keterkenalannya bukan karena prestasi atau fisik yang lumayan. Terkenal justru karena wajahnya yang penuh jerawat dan sikapnya yang rada urakan. Kembali Orizuka mengangkat tokoh utama yang biasa-biasa saja. Tidak paling cantik, tidak juga paling pintar. Lea adalah sosok yang sangat biasa dibanding 3 sahabatnya : Sabil, Alex dan Vidi. 

Jumat, 13 Juni 2014

Membangun Kebiasaan demi Kehidupan yang Lebih Baik





Bagi sebagian manusia keahlian adalah bakat, tapi bagi sebagian yang lain keahlian adalah masalah latihan dan pengembangan. Menurut buku How to Master your Habits, keahlian adalah hasil pilihan, latihan dan pengulangan yang dibuat itu. Habits adalah segala sesuatu yang kita lakukan secara otomatis, bahkan kita melakukannya tanpa berpikir. Habits adalah suatu aktivitas yang dilakukan terus menerus sehingga menjadi bagian daripada seorang manusia. Dia adalah kebiasaan kita. 

Mungkin kita pernah merasa heran (kita? Saya maksudnya :p) Kenapa mas-mas penjual nasi goring itu begitu lihat memasukkan bumbu demi bumbu hingga tersaji nasi goreng yang enak. Yang rasanya dari hari ke hari ya sama kayak gitu. Tidak berubah. Padahal dalam proses memasaknya yang saya lihat sepenuhnya, tak ada sedikitpun mas-mas penjual nasgor itu mencicipi hasil masakannya. Kok bisa rasanya pas? Dan sama dari hari ke hari? Itu karena memasak nasgor sudah menjadi kebiasaan. Sesuatu yang dilakukan berulang-ulang akan membuat kita terbiasa melakukannya. 

Kamis, 12 Juni 2014

Owl Book Store dan 6 Buku Baru

Semenjak mengenal karya Orizuka, saya memang agak ketagihan dengan karya penulis yang satu itu. Dan karya-karyanya udah bejibun aja. Saya pun menelusuri goodreads untuk menemukan karya apa yang paling pantas untuk saya buru. Dan dari hasil penelusuran saya itu saya menemukan satu judul buku yaitu Our Story yang sepertinya mesti saya baca.

Saya pun memburunya ke toko buku langganan, tapi tidak ada stok Our Story di sana. Kemudian saya menemukan IG Iko yang memajang foto buku itu. Saya pun bertanya pada Iko ketemu di mana sama buku itu. Iko ternyata meminjam dari temannya tapi Iko merekomendasikan saya untuk membeli buku itu di toko buku Orizuka. 

Kyaa... Baru tau dunk saya ternyata Orizuka punya tobuk buat buku-buku karyanya juga. Semacam tbodelisa buat karya Tere Liye gitu. Alamat tobuknya : http://owlbookstore.co.id/

3 buku Orizuka yang baru. Di bawah itu kotak modem :D

Senin, 02 Juni 2014

Kisah Perjuangan Anak Yatim



Proses menjadi mutiara sungguh sangat luar biasa, dari hanya sebutir pasir yang masuk ke dalam kerang di dasar lautan. Hingga mengakibatkan kerang itu merasa sakit yang amat sangat sampai akhirnya kerang itu mengeluarkan getah yang ada di dalamnya hingga terbentuk sebuah mutiara yang cantik dan berharga. (Jangan Menyerah, 113)

Deret kalimat di atas adalah kalimat yang pas untuk menggambarkan buku ini. Tentu bukan suatu hal yang mudah, ketika tulang punggung keluarga pergi dan tak bisa kembali lagi. Goncangan dari segi financial adalah hal yang kerap menerpa. Disertai dengan keyakinan kalau Allah tidak akan memberikan cobaan yang tidak sanggup dipikul hambaNya, maka kisah-kisah di buku Jangan Menyerah ini hadir. Mereka mencoba berusaha untuk berdikari sendiri. 

Kamis, 29 Mei 2014

99 Cahaya di Langit Eropa



Buku ini memuat tentang catatan perjalanan Hanum selama menemani suaminya, Rangga, yang menempuh studi di Austria. Namun, buku itu berbeda dengan buku-buku traveling yang banyak beredar. Karena buku ini banyak menyibak tentang hal-hal di Eropa yang berkaitan dengan dunia Islam. Seperti yang disebut Hanum di halaman pembuka buku ini, hakikat sebuah perjalanan bukanlah sekadar menikmati keindahan dari satu tempat-tempat unik di suatu daerah dengan biaya semurah-murahnya. Menurut saya, makna sebuah perjalanan harus lebih besar daripada itu. Bagaimana perjalanan tersebut harus membawa pelakunya naik ke derajat yang lebih tinggi, memperluas wawasan sekaligus memperdalam keimanan.
 
Maka dimulailah perjalanan Hanum. Perjalanan yang awalnya dipandu oleh Fatma Pasha, seorang teman yang Hanum jumpai di tempat dia belajar kursus bahasa Jerman. Lewat Fatma, Hanum mendapatkan sebuah pelajaran penting tentang bagaimana membalas kejahilan dengan kebaikan, dan imbasnya sungguh berbeda ketimbang kekasaran dibalas dengan kekasaran *sambil menulis saya jadi malu sendiri karena saya tidak bisa seperti itu*

Rabu, 28 Mei 2014

Yummy Tummy Marriage



Beberapa waktu yang lalu aku menemukan sebuah blog yang dimiliki oleh Nurilla Iryani. Menemukannya di malam saat aku susah tidur dan aku merasa menemukan harta karun yang membuat malam susah tidur itu menjadi menyenangkan. Terlebih saat membaca blog-blog itu aku juga kepengin lebih aktif lagi ngeblog. Yup, aku penggemar tulisan-tulisan Nurilla di blognya. Entah kesukaan itu disebabkan apa, mungkin karena aku senang aja dengan celotehannya itu.

Lewat blog itu juga lah aku tau kalauy Nurilla ini menelorkan beberapa judul novel. Tapi, fans blog dia tidak serta merta membuat aku langsung membeli bukunya dia. Jelas dong ya bedanya, kalau blog kan bisa kubaca gratis hanya bermodal jaringan inet, tapi kalau buku kan mesti beli :p :p :p. Jadi, saat aku menemukan kalau bukunya NI ini dilelang di Grup Pembaca Buku Bentang, aku semangat banget ikutan. Sayangnya karena terlalu pelit nawar aku jadi kalah cuma 1500 rupiah dengan penawar tertinggi di detik terakhir. Ihiks. Nyesak banget.

Senin, 19 Mei 2014

Cerita Anak Loksado dalam LAMPAU



Rasanya baru pertama kali saya membaca novel terbitan Gagas Media yang unsur lokalitasnya kental banget. Saya juga nggak tau sih apa ini novel pertama dengan unsur lokalitas yang kental yang diterbitkan Gagas, soalna saya jarang memburu novel dengan unsur lokalitas yang kental. Saya lebih suka novel-novel yang bersetting kota metropolitan. Soalna saya kan udah tinggal di kampong, Cyin. Hahaha…. Jadi, bolehlah saya menengok kehidupan di kota besar lewat tulisan-tulisan :p :p :p

Tapi, novel Lampau ini memang beda. Karena bersetting di salah satu daerah di Kalimantan Selatan. Itu kampung saya, Bok. Walaupun setting yang diambil di novel itu belum pernah saya datangi, kecuali Kandangan dan Banjarbaru tentunya. Saya belum pernah ke Loksado. Jangankan Loksado, Tanuhi juga belum pernah :p


Setting novel ini ada di Loksado, mengambil tokoh utama orang yang berasal dari sana dengan dekapan adat yang begitu kental. Ayuh atau Sandayuhan ditakdirkan terlahir dari seorang Balian, seseorang yang dinilai sakti di Loksado sana. Mendengar Balian ingatan saya langsung melayang pada scene film 12 menit, pada ayahnya Lahang dan sederet pengobatan untuknya. Mungkin seperti itu ya Balian yang dimaksud di novel ini.

Selasa, 13 Mei 2014

That Summer Breeze



Perlu 3 orang buat menemukan buku ini di Gramedia. Saya, suami dan satu karyawan Gramedia Balikpapan. Saya ngebet pengin beli buku ini karena 2 alasan. Alasan pertama, Ini adalah karya Orizuka. Saya memang lagi penasaran dengan karya penulis yang satu ini. Dan hanya bermodal katanya-katanya tanpa pernah membaca satu pun karyanya, saya langsung membeli 3 buku Orizuka. Sebuah pertaruhan besar yang tidak pernah saya lakukan terhadap penulis lain. 

Alasan kedua karena harganya lumayan miring. 39 ribu sekian ditambah diskon 20% pulak. Makanya saya berputar-putar, berjongkok, berdiri di deretan novel demi mendapatkan buku ini. Memanggil karyawan Gramedia juga buat membantu saya karena sewaktu dicek di komputer masih ada stok 9 buku. Setelah 3 orang itu nyaris menyerah, Mas-mas karyawan Gramedia itu akhirnya menarik temannya buat membantu mencari apa yang saya mau. Yang ternyata langsung dijawab temannya, buku ini ada di rak depan dekat kasir. Gubrak! Coba nanya karyawan satu itu dari tadi. Tapi, kalau nggak gitu ga berasa dunk perjuangan mencarinya

Akhirnya buku ini saya dapatkan juga dengan harga 31 ribu sekian. Lumayan murah deh dibanding novel-novel dengan ukuran sejenis.

Dan hari ini saya menyelesaikan novel ini dengan berlinangan airmata. Huhuhu.... Sediiiih T_T. Saya penyuka happy ending, lho. Tapi, saya menghargai pilihan penulis buat menghadirkan ending seperti ini.

Minggu, 04 Mei 2014

Paket Komplit dalam Betang

     
Berada dalam kondisi dilematis, antara ingin tetap tinggal bersama orang yang dicintai atau melangkah meraih mimpi, itulah yang dirasakan Danum. Di satu sisi Danum ingin terus tinggal bersama Kai (kakeknya) di rumah Betang yang sudah tak seramai dulu. Di sisi lain, Danum juga pernah punya mimpi untuk meraih mimpinya menjadi atlet dayung yang berkeliling dunia membawa nama Indonesia. Kehidupan di rumah Betang membuat Danum enggan meninggalkannya, maka ketika kesempatan untuk mengikuti seleksi masuk pelatda dayung, Danum seperti mendapatkan mimpi yang sudah tak dia inginkan lagi.

            Arba dan Kai terus mendorong Danum agar memperjuangkan mimpinya. Mimpi yang telah dirajut Danum semenjak kecil. Bersama seseorang yang sepantaran dengannya di rumah Betang : Dehen. Dehen yang kini telah menjadi atlet dayung nasional.

Perjalanan Hidup 4 Wanita dalam Teatrikal Hati



Teatrikal Hati bercerita tentang banyak tokoh yang diceritakan dengan sudut pandang orang pertama. Ada 4 tokoh wanita yang menjadi pusat cerita dengan porsi penceritaan hampir merata karena 4 wanita itu juga terkait satu dan yang lainnya.



Wanita pertama bernama Zahra Azkia. Seorang mantan artis yang memutuskan untuk berhijab dan kemudian mengambil peran di belakang layar sebagai sutradara kemudian menjadi produser. Mendapat tugas dari perusaan tempat dia bernaung Tropical Entertainment (TE) untuk menggarap suatu film layar lebar bertema kemanusiaan dan cinta. Zahra Azkia dari masa kuliah sampai bekerja dia tak pernah lepas dari olok-olok orang di sekitarnya yang menjodohkan dia dengan Fardan, seorang sutradara berbakat yang menyutradai film di mana Zahra yang menjadi produser film tersebut.

Wanita kedua bernama Linda Arum, wanita yang mendambakan sebuah rumah tangga yang romantis tapi apa daya dia menikah dengan seorang dokter yang kikuk. Rumah tangga yang mereka bangun tidak hanya senyap tanpa celoteh anak-anak tapi juga dingin dan kikuk dalam komunikasi keduanya. Walaupun dalam bayangan setiap orang mereka berdua adalah pasangan yang serasi. Impian untuk mendapati kehidupan rumah tangga yang romantis hanya dituangkan Linda Arum dalam karya fiksinya. 

Jumat, 02 Mei 2014

Bahagia di Pondok Mertua Indah




Salah satu konflik yang sering muncul dalam pernikahan adalah konflik antara menantu dan mertua, dan yang lebih banyak terjadi adalah konflik antara mertua perempuan dengan menantu perempuan. Hasil riset di Utah State University menunjukkan, 60% pasangan suami-istri mengalami ketegangan hubungan dengan mertua, yang biasa terjadi antara menantu perempuan dan ibu mertua (Hal 7). Banyak Konflik akan semakin besar berpeluang terjadi jika mertua dan menantu sama-sama tinggal dalam satu rumah.
Setiap pasangan baru tentu menginginkan untuk hidup mandiri dan sudah punya rumah sendiri, tapi, karena beberapa hal ada yang harus menjalani hidup setelah menikah di rumah mertua. Seperti dua sisi mata uang, hidup di pondok mertua indah memang punya kelebihan dan kekurangan. Ada hal baik dan hal buruk dalam keputusan yang diambil.
Salah satu  hal baik jika tinggal dengan mertua adalah bisa merasakan ketenangan dalam hal tertentu. Misalkan ketika harus meninggalkan istri untuk bekerja dinas di luar kota, suami akan merasa lebih tenang karena di rumah istri ada yang menjaga. Atau jika berada dalam kondisi terdesak mengenai kebutuhan materi atau tersangkut masalah berat, mertua bisa dimintakan bantuan terkait hal itu. (Halaman 19). Sementara hal buruknya adalah dengan tinggal di rumah mertua akan membuat sebagian pasangan menjadi manja dan bergantung kepada orangtua sehingga tidak terlatih untuk mandiri. (Halaman 20)

Sabtu, 19 April 2014

Menganalisa Selera Buku Seseorang

"Yan, aku mau ke toko buku besar nih, buku yang bagus apa ya?"

Sudah cukup sering saya mendapat pertanyaan seperti itu, dan biasanya saya tidak serta merta menjawab dan mencoba berpikir dulu. Hal itu mungkin karena saya ngerasa pernah memberikan jawaban yang salah akan pertanyaan tersebut. Saat saya menyebut judul buku sebagai jawaban dan si penanya kemudian membelinya, eh, selang beberapa waktu si penanya malah protes kalau bukunya nggak banget.

Nah, lho? Kan saya jadi nggak enak juga kalau gitu. Dan kemudian saya sadar sepenuhnya kalau masalah buku ini sering adalah masalah selera banget. Apa yang kita suka, belum tentu disuka orang lain. Berapa banyak pecinta membaca buku di belahan dunia ini yang suka Harry Potter? Banyak kan? Saya nggak suka. Dan sampai sekarang belum berhasil membaca tuntas satu jilid pun. Padahal suami saya punya bukunya, loh. Nggak berminat juga saya bacanya.

Kamis, 17 April 2014

Resensi Meet The Sennas di Koran Jakarta

Ini naskah asli yang saya kirimkan ke harian Koran Jakarta dan Alhamdulillah kemarin dimuat di sana. 


Usaha Anak SMA Menaklukkan Matematika dalam Ujian Nasional

Metematika memang sering menjadi momok yang menakutkan buat para pelajar. Padahal, matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diujikan di Ujian Nasional. Hal itu juga lah yang dialami oleh Daza Senna. Putri tunggal dari anak sulung keluarga Senna yang kaya raya. Dia mendapat nilai tiga dalam tiga ulangan matematika. Daza yang duduk di kelas XII dan sebentar lagi harus menjalani Ujian Nasional menyembunyikan kertas ulangan tersebut, sayangnya kertas ulangan itu justru ditemukan adiknya dan melaporkannya kepada ayahnya.

            Daza diharuskan ayahnya mengikuti les matematika setiap hari agar bisa mendongkrak nilainya menjadi lebih baik. Seorang cowok cakep yang bernama Logan yang kemudian menjadi guru les privat Daza. Daza pun bersorak senang mendapati guru les privatnya adalah seseorang yang tampan. Tapi kegembiraan Daza hanya sebentar karena guru lesnya itu sangat pemarah dan sering mendelik kasar ke arahnya. Omelan dan cibiran kerap diterima Daza. 

Rabu, 16 April 2014

Menanti Cinta - Adam Aksara



           Apakah harta bisa membuat kita melakukan apa saja? Dalam beberapa hal mungkin ya, tapi ada juga hal-hal yang tidak bisa kita beli dengan harta, termasuk mempertahankan orang yang kita cintai untuk terus berada di samping kita. Termasuk juga mimpi seseorang yang tidak bisa dibeli dengan harta. 
 
Hal itulah yang menjadi kesimpulan saya selepas membaca sebuah novel berjudul Menanti Cinta karya Adam Aksara. Sebuah novel yang saya dapatkan gratis bersama 99 orang lainnya. Karena novel ini diberikan gratis untuk 100 orang yang bersedia meresensi buku ini. Sebuah penawaran menarik tentunya untuk para pecinta buku :-)

Alex adalah seorang penyandang polio yang menyebabkan kakinya tidak bisa menopang tubuhnya, yang membuat dia harus berada di atas kursi roda dalam membantunya 'berjalan'. Saat kecil, ibunya menghadiahkan padanya seperangkat alat kimia sederhana untuk membuat sabun. Yang kemudian Alex jadi suka mengutak-atik zat-zat kimia, mempelajarinya dan kemudian melakukan percobaan demi percobaan hingga menghasilkan sabun pencuci dan pembersih yang lebih baik dari yang beredar di pasaran. Hal itulah yang menjadi cikal bakal perusahaan keluarganya yang kemudian membuat Alex menjadi kaya raya. 

Kamis, 03 April 2014

After School Club yang Dodol Abis

Salah satu yang menjadi ciri khas Orizuka kalau saya perhatikan dari membaca 5 karyanya adalah sosok pangeran dalam tokoh cowoknya. Yang biasanya digambarkan dengan tampan-tampan, sebagian ada yang kaya, sebagian ada yang cerdas. Sementara tokoh ceweknya cendrung adalah cewek yang biasa-biasa saja. Tidak cantik, tidak kaya, dan juga tidak terlalu pintar. Kalaupun cantik selalu ada tapinya. Seperti Cessa di I for U yang bak tuan puteri tapi digambarkan polosss banget dan agak tulalit.


Seperti dalam After School Club, bercerita tentang Putra yang bak pangeran, kaya dan tampan. Sementara Cleo digambarkan sebagai cewek yang dodol abis, tidak ada keterangan juga kalau Cleo itu cantik. Putra harus masuk ke kelas After School karena dia mendapatkan angka merah di 3 ulangan berturut-turut. Kelas After School sesuai namanya adalah kelas yang ada setelah sekolah berakhir dan diperuntukkan buat mereka yang punya nilai rendah untuk mengikuti kelas itu.

Rabu, 02 April 2014

I For You (Cinta yang Selalu Menjagaku)

Waktu nonton The Heirs saya sempat ngebatin, e ya ampyuun, itu anak SMA segitu-gitunya punya masalah. Memperjuangkan cinta udah rada gimana gitu. Kayak antara hidup dan mati. Padahal masih anak SMA gitu, loh. Tapi tetap sih ceritanya menarik untuk diikuti.

Nah, seperti itulah perasaan saya ketika membaca I For You-nya Orizuka.




Konflik anak SMA yang rumit tapi tetap mengasyikkan untuk diikuti. Sebelum membaca I For You saya membaca 3 buku yang ketiganya susah sekali buat saya selesaikan untuk membacanya sampai tuntas, sampai sekarang jg belum tuntas. Saya pikir semangat saya buat baca buku lagi turun drastis. Tapi, kok saya bisa betah menyelesaikan karya Orizuka ini sampai tuntas tak bersisa hanya dalam 1 malam? Kesimpulan mudahnya sih karena karya Orizuka ini memenuhi selera saya banget  :-)

LinkWithin